Renungan Harian, Kamis 5 Mei 2016

HR Kenaikan Tuhan

Injil: Lukas 24:46-53

24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa  harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” 24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Renungan

Jemaat sudah mulai terbentuk, iman para murid sudah menggumpal dalam hati. Maka saatnya Yesus untuk melepaskan para murid dari ‘ketergantungan’ fisik Yesus. Pendampingan masa kebangkitan dirasa sudah cukup menjadi bekal para murid untuk menjadi rasul yang handal. Secara managerial, Yesus meletakkan kepercayaan yang besar kepada para murid. Para murid mendapat delegasi penuh dari Yesus. Tentu saja Yesus naik ke surga sudah dengan perhitungan bahwa para murid mampu berjalan tanpa kehadiran-Nya lagi secara fisik.

Menarik mengamati bagaimana sebenarnya Yesus mendidik dan mendampingi para murid. Tidak mengherankan apabila Yesus memang dikategorikan sebagai guru yang baik. Ia mendidik dan mendampingi para murid melalui tahapan-tahapan yang jelas dan langkah yang bisa dipertanggungjawabkan. Secara perusahaan, Yesus adalah manager yang handal. Ia tidak hanya seorang pengajar iman yang mumpuni, namun Yesus adalah seorang pimpinan perusahaan yang mempunyai visi kedepan yang jelas, terutama tahap pendidikan untuk para murid-Nya.

Yesus mendidik para murid diawali dengan tahap pengenalan serba apa adanya, para murid mengikuti Yesus dengan berbagai keinginan dan latar belakang. Tetapi sepertinya Yesus tidak memilih dengan sembarang, Ia memilih orang-orang yang mempunyai semangat kerja tinggi, para pelayan dan pemungut pajak misalnya. Jika tidak mempunyai semangat kerja tinggi, seorang pemungut pajak tidak akan bisa mendapat hasil yang baik untuknya. Kemudian Yesus mendampingi mereka selama beberapa tahun, Ia hidup bersama dengan mereka dan mengajar mereka secara khusus dan umum. Perkataan dan tindakan Yesus menjadi pendidikan yang dikenang para murid. Itu pulalah yang diajarkan para murid. Setelah cukup waktu, para murid dihadapkan pada situasi krisis yang luar biasa, guru mereka disalibkan. Para murid lari adalah tindakan yang sangat wajar. Namun Yesus tidak meninggalkan mereka, Ia justru mengumpulkan mereka kembali. Itulah masa sekolah kedua yang bertujuan semakin memantapkan para murid. Sampai pada akhirnya Yesus secara fisik sungguh melepaskan mereka berjalan di dunia.

Namun peristiwa hari ini lebih dari sekedar proses pendidikan itu. Hari ini Injil semakin meneguhkan kita bahwa Yesus adalah sungguh Allah sungguh manusia. Ia adalah utusan Bapa, berasal dari Bapa dan kembali kepada Bapa. Ia datang dari surga dan kembali ke surga. Ia meninggalkan para murid namun tetap menyerati “Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku”.

Yesus menghendaki para murid untuk tetap bersatu dan berkumpul dalam doa. Apa yang dikatakan oleh Yesus sebelum terangkat ke surga menjadi tanda yang sangat jelas bahwa Ia akan senantiasa menyertai para murid sampai akhir zaman. Yesus menyertai para murid dalam kuasa Roh Kudus. Roh itu menjadikan para murid sebagai rasul-rasul yang luar biasa, mampu bertahan dan menumpahkan darah kemartiran dengan kabar Injil.

Kepergian Yesus dan janji pemenuhan Roh dibingkai dalam suarana penumpangan tangan, yakni berkat dan doa dari Yesus sendiri. Para murid ditinggal oleh Yesus dalam suasana berkat, “Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”

Bagi kita, memberi berkat ketika kita hendak pergi atau diberi berkat adalah sebuh tindakan Kristiani yang nilainya luhur. Tindakan Yesus sendiri memberkati para murid menjadi tanda yang mulia bahwa kitapun diutus untuk membagikan berkat kepada banyak orang. Berkat Yesus bagi kita saat ini adalah berkat dalam Roh Kudus. Berkat itu menuntun, mengarhkan, dan menjadi pegangan hidup kita.

Tidak jarang kita mengalami kesulitan hidup yang luar biasa. Tidak jarang kita sampai pada pengalaman tak berdaya sama sekali, tidak berarti apa-apa, bahkan merasa Tuhan tidak berpihak pada kita.

Dalam proses pendidikan Yesus, para murid juga mengalami peristiwa semacam itu. Tetapi yang membuat kita senantiasa mempunyai harapan cerah adalah bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Jika kita tidak mengakui Dia, Diapun tidak mengakui kita, jika kita tidak setia, Yesus tetap setia karena Ia tidak dapat mengingkari diri-Nya sendiri.

Apapun situasi hidup kitas saat ini, dihari yang penuh rahmat ini, mari kita mohon rahmat Tuhan agar kita dimampukan untuk menjadi orang yang semakin Kristiani.

Doa

Ya Tuhan,kami bersyukur atas karunia Roh yang senantiasa menyertai hidup kami. Semoga kami tidak mudah putus asa ketika menghadapi banyak kesukaran dalam hidup kami. Ajarilah kami untuk selalu mampu bangkit dari situasi yang tidak mudah. Terlebih, Tuhan, ajarilah kami untuk mengandalkan Roh Kudus dalam seluruh perjuangan hidup kami. Amin.

 

1055 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *