Sinriliq, Seni Tradisi Lisan Khas Etnik Makassar

Sinriliq, Karya Sastra Makassar Sejuta Mitos

RADIO SUARA WAJAR – Dalam masyarakat Makassar pada masa lalu tumbuh dan berkembang sejumlah cerita rakyat yang beredar. Cerita-cerita tersebut digemari oleh masyarakat. Dalam penuturannya, cerita ini diiringi oleh sejenis rebab yang dibawakan oleh si penutur. Rebab itu disebut Sinriliq. Pada masa kejayaannya, kesenian ini menjadi kesenian yang sering dijumpai pada setiap acara tradisional dalam masyarakat, seperti kawinan, sunatan, naik rumah baru, pesta panen dan lain sebagainya. Selain itu, tradisi lisan ini juga sering dipertunjukkan pada saat beristirahat setelah seharian bekerja dan ketika sedang ronda malam di kampong.

Menyebut nama siriliq sesungguhnya kata tersebut mengacu pada tiga hal; yang pertama adalah nama alat itu sendiri, dan yang kedua juga berarti sebuah tradisi bertutur atau bercerita dalam masyarakat etnik Makassar. Dalam bertutur teks-teks cerita dibawakan dengan berirama (berlagu) sambil diiringi dengan gesekan sinriliq.

Selain itu, sinriliq juga menunjuk pada teks-teks yang dibacakan yang berarti “cerita”, misalnya menunjuk “Sinriliqna Kappalaq Tallumbatua” yang berarti Cerita tentang Tiga Buah Kapal. Tradisi ini sering dipertunjukkan dalam berbagai acara dalam pesta-pesta adat atau hajatan dalam masyarakat. Biasanya pertunjukkan berlangsung hingga semalam suntuk.

Berdasarkan isi dan cara melagukannya sinriliq terbagi atas dua macam, yaitu Sinrilik Pakesok-kesok dan Sinrilik Bosi Timurung.

Sinrilik Pakesok-kesok adalah sinrilik yang dilagukan dengan iringan alat musik kesok-kesok (rebab). Isinya melukiskan tentang sejarah perjuangan dan kepahlawanan seorang tokoh. Bunyi alat musik gesek kesok-kesok yang mengiring pakesok-kesok/pasinrilik (orang yang memainkan alat musik kesok-kesok atau melagukan sinrilik) harus selaras dengan lagu dan isi, serta suasana cerita yang dibawakan.

Di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa naskah yang berbentuk sinrilik. Naskah ada yang sudah dibukukan dan adapula yang belum, adapun naskah sinrilik yang dapat diiringi dengan kesok-kesok antara lain, Sinrilik Kappala’Tallumbatua, Sinrilik I Makdik Daeng Ri Makka, Sinrilik I Manakku’ Caddi-caddi dan lain sebagainya. Sinrilik ini isinya mengisahkan tentang perjuangan dan kepahlawanan di sela percintaan sang tokoh yang ditampilkan dalam cerita itu. Jenis sastra ini sangat menarik apabila dikreasi menjadi sastra pertunjukan.

Sinrilik Bosi Timurung adalah sinrilik yang dilagukan tanpa diiringi alat musik kesok-kesok, dan biasanya dilantunkan pada tempat yang sunyi di kala orang yang berada di sekelilingnya sedang tidur nyenyak. Sinrilik Bosi Timurung pada dasarnya berisi hal-hal sebagai berikut:

–       Pujaan yang menggambarkan kecantikan seorang gadis dengan membandingkan keadaan sekelilingnya.

–       Merindukan kekaasih yang menggambarkan kerinduan seorang jejaka terhadap gadis yang dicintainya.

–       Beriba hari yang menggambarkan seorang yang sial atas segala usahanya, sehingga menjadi sengsara.

–       Kesedihan yang menggambarkan kesedihan seseorang yang ditinggal oleh suaminya.

 

 

960 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *