Suster Vincentia HK : “Pendidikan belum dinikmati semua perempunan di Indonesia”

Suster Vincentia HK, Anggota Bagian Hubungan Antar Agama/Kepercayaan (HAK) Keuskupan Tanjungkarang Bidang Sosial dan Budaya.

Suster Vincentia HK, Anggota Bagian Hubungan Antar Agama/Kepercayaan (HAK) Keuskupan Tanjungkarang Bidang Sosial dan Budaya.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Cita-cita Raden Ajeng Kartini yang mengidam-idamkan pendidikan untuk kaum perempuan belum terealisasi sepenuhnya hingga sekarang. Masih banyak dijumpai perempuan yang belum bisa menikmati pendidikan. Kemiskinan menjadi penyebab sulitnya sebagian wanita di negeri ini mengakses pendidikan.

Demikian hal ini diutarakan Suster Vincentia HK, Anggota Bagian Hubungan Antar Agama/Kepercayaan (HAK) Keuskupan Tanjungkarang Bidang Sosial dan Budaya kepada Radio Suara Wajar, Kamis 21 April 2016.

Menurut Sr. Vincentia, fakta akan sulitnya kaum perempuan mengakses pendidikan, khususnya di daerah-daerah pedalaman di Indonesia tepat disikapi pada moment Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Kamis 21 April 2016.

“Masih banyak tejadi banyak ketimpangan terhadap perempuan yang kesulitan memperoleh pendidikan yang layak. Dalam hal ini perempuan-perempuan di desa-desa atau pedalaman,” terangnya.

Menurut Sr. Vincentia, para perempuan negeri ini masih saja terjebak kemiskinan yang dicirikan dengan pendidikan rendah dan miskin.

“Suara Kartini menurut saya masih relevan hingga saat ini untuk mengingatkan pemerintah baik pusat maupun daerah agar lebih memperhatikan pendidikan bagi kaum perempuan,” terangnya singkat.***

Reporter : Robert

417 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *