Renungan Harian, Minggu 10 April 2016

Minggu Paskah III

Injil: Yohanes 21:1-19

Gembalakanlah domba-domba-Ku

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. ” 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, v  Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. 21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu 4  dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” 21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

Renungan

Perikopa Injil diatas merupakan kelanjutan dari ayat 1-14. Pada bagian pertama penginjil Yohanes bercerita tentang para murid yang bersama-sama menjala ikan. Ketika menjala ikan sepanjang malam mereka tidak mendapat ikan, keesokan harinya Yesus mendatangi mereka dan memerintahkan mereka untuk menebarkan jala disebalah kanan perahu. Hasilnya ada tangkapan ikan yang luar biasa. Kemudian mereka diajak untuk makan bersama. Yesus menyediakan arang dan api, Yesus mengingatkan mereka akan peristiwa pemecahan roti pada malam perjamuan terakhir dengan para murid.

Sejak mereka menangkap sejumlah besar ikan, murid yang dikasihi dan mereka semua tahu siapa Dia yang memerintahkan supaya menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Maka sampai pada akhir kisah bagian pertama, para murid tidak ada dialog dengan Yesus. Terlebih yang menjadi fokus dalam perikopa ini adalah Petrus. Ia justru memasukkan diri ke dalam danau dan baru keluar air ketika hendak ke darat. Pengalaman unik para murid yang tidak dapat berkata apa-apa. Mereka mempunyai pengalaman yang memalukan sekaligus mereka bersukacita karena Tuhan yang bangkit.

Terang kebangkitan  mengubah segalanya. Sebelum kebangkitan, para murid sama-sama menangkap ikan di danau, semalaman mereka tidak mendapat ikan. Yesus datang kemudian tangkapan ikan banyak. Pada akhir kisah mereka diajak untuk menjadi penjala manusia. Setelah kebangkitan, peristiwa yang sama namun dengan detail yang berbeda. Ikan yang banyak terhitung jumlahnya, jala juga tidak koyak. Mereka tidak diajak untuk menjadi penjala manusia namun dipanggil untuk menggembalakan domba-domba. Kebangkitan menjadikan semuanya serba baru dan berbeda. Kebangkitan menjadikan jala semakin kuat, kebangkitan menjadikan mereka makan perjamuan setelah menjala ikan.

Secara khusus pada perikopa berikutnya Yesus mengajak dialog Petrus. Ia yang dulunya menyangkal tiga kali, saat setelah sarapan diajak untuk kembali merenung dengan tiga kali ditanya soal mencintai, apakah ia mencintai Yesus yang sudah pernah disangkalnya? Jawabannya tetap konsisten, Petrus menjawab ‘ya’ atas pertanyaan itu.

Secara bertahap, pertanyaan dan jawaban Yesus mempunyai penekananan yang berbeda. Pada pertanyaan pertama Yesus menanyakan soal cinta yang total atas Petrus. Petrus menjawab dengan ‘ya’ atas cinta yang total itu, cinta yang tidak bercacat. Demikian juga atas pertanyaan yang kedua, dalam penekanan yang sama. Pada pertanyaan yang ketiga, Petrus nampaknya merenung dengan begitu dalam, pertanyaan yang sama diulang sampai tiga kali. Saat itulah Petrus mengakui kelemahannya, ia sudah membuktikan bahwa cintanya bukanlah cinta yang tak bercacat. Petrus sungguh mencitai Yesus namun dengan cinta yang manusiawi, cinta yang pernah terluka. Petrus sadar betul tidak mungkin mencintai Yesus dengan cinta yang tak bercacat, ia tahu persis tentang dirinya dan kualias cinta yang ia miliki. Maka jawaban ‘ya’ Petrus berarti ‘saya mencintai-Mu Tuhan, namun dengan cinta yang saya miliki, cinta yang penuh kerapuhan, cinta yang manusiawi’. Maka Yesuspun menurunkan level ‘tuntutan’ cintan-Nya. Yesus turun dengan bahasa manusia, yang bisa dimengerti manusia. Maka cinta Yesus adalah cinta yang bisa dimengerti oleh manusia yang rapuh. Ia tidak menuntut Petrus untuk mencintai dengan tanpa cacat, Ia senantiasa mendekati Petrus yang faktanya mempunyai cinta yang manusiawi, pernah rapuh dan jatuh dalam penyangkalan.

Bagi kita, Yesus senantiasa mendatangi kita dengan bahsa cinta yang mampu kita mengerti. Jika Yesus datang dengan bahasa cinta-Nya, kita tidak mampu menangkap cinta Yesus. Justru Yesus yang merendahkan diri dengan bahasa yang mampu kita mengerti, kitapun mengerti bagaimana Yesus mencintai kita.

Cinta yang total merupakan cinta yang sempurna, cinta yang indah. Namun cinta yang real menjadi cinta yang paling mungkin bisa kita lakukan. Cinta yang real berarti kita mencintai Yesus dengan memberi cinta kepada orang-orang dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Kelemahan dan kerapuhan kita tidak memampukan kita untuk memiliki cinta seperti yang Yesus miliki. Seperti Petrus, Yesus menerima cintanya yang pernah cacat, kitapun dengan cinta yang ada, Yesus pasti menerimanya, asal kita berani mencintai dengan real dan tulus.

Doa

Ya Tuhan, cinta-Mu yang luar biasa selalu tercurah pada kami. Engkau menyapa kami dengan bahasa cinta yang mampu kami mengerti. Semoga kami juga berani mencitai-Mu dengan cinta yang kami miliki, dengan cinta yang mampu kami lakukan. Tuhan ajarilah kami mampu mecintai dan menerima cinta dengan tulus dari sesama. Semoga dalam nama-Mu kami senantiasa mampu memberikan cinta terbaik yang kami miliki. Amin.

 

694 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *