Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Fahrizal Pantau UN di SMA Negeri 9 Bandar Lampung

Para murid-murid SMA Negeri 9 Bandar Lampung saat tengah mengerjakan soal-soal ujian, Senin 04 April 2016.

Para murid-murid SMA Negeri 9 Bandar Lampung saat tengah mengerjakan soal-soal ujian, Senin 04 April 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Saat ini para lulusan sekolah yang memiliki jurusan pariwisata sangat dicari oleh para pengelola perhotelan dan perusahaan jasa perjalanan wisata di Bandar Lampung ini. Untuk itu kedepan Pemerintah Provinsi akan mengkaji adanya kemungkinan pengadaan suatu hotel yang berbasis pendidikan.

Demikian disampikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Fahrizal Darminto, saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi SMA/SMK di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bandar Lampung, Senin 4 April 2016

Fahrizal mengatakan, nantinya hotel selain mengedepankan pelayanan sebagai nafas utama dalam sektor jasa, juga akan berfungsi sebagai sebuah wahana pendidikan kepada para siswa yang melakukan praktek kerja lapangan disana.

“Hal ini tentunya akan disinkronkan lagi dengan program bapak gubernur yang salah satunya adalah pembangunan di sektor pariwisata,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Heri Suliyanto menjelaskan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer ini nantinya secara nasional dan serentak pada tahun 2019 dan sudah menjadi kewajiban bagi SMA/SMK/MA untuk melaksanakannya.

Menurut Heri Suliyanto, ujian nasional berbasis komputer ini upaya pemerintah guna meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian nasional.

“Karena diketahui bahwa siswa peserta baru mendapatkan token atau login saat siswa mengerjakan soalnya, itupun dalam satu ruangan berbeda-beda soalnya. Jadi hal ini dapat meminimalisir adanya kebocoran soal dan kecurangan lainnya yang dilakukan oleh peserta ujian nasional,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bandar Lampung Hendro Suyono mengatakan, panitia telah menyediakan 90 komputer pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer tahun ini.

“Dengan kapasitas 30 komputer dalam satu kelas, jadi akan dibagi giliran atau shift, untuk memaksimalkan akan diadakan tiga kali shif dalam satu hari pelaksanaan,” pungkasnya.***(robert)

 

674 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *