F-16 Indonesia di Natuna Tak Bikin Takut China

Ilustrasi. Foto : wikipedia

Ilustrasi. Foto : wikipedia

SYDNEY, RADIO SUARA WAJAR — Pascainsiden dengan China di perairan Kepulauan Natuna, Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menyatakan pemerintah akan “membentengi” salah satu wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut.

Sebelumnya Menhan Ryamizard menyatakan bahwa lima jet tempur F-16 “Fighting Falcon”, tiga Kapal Frigate, satu sistem radar baru, sejumlah drone, satu batalion TNI AD dan satu unit Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dikirim ke Natuna.

Akan tetapi, kebijakan tersebut dipertanyakan pengamat kebijakan internasional dari Lowy Institute, Sydney, Australia, Aaron Connelly.

Menurutnya, penempatan jet tempur dan perangkat militer lainnya takkan bikin takut Negeri Tirai Bambu, terutama militer mereka yang kualitas dan kuantitasnya terbilang jauh di atas Indonesia.

“Penempatan (F-16) itu seperti sekadar pamer kekuatan, tapi itu bukan hal yang berguna,” sebut Connelly, sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat 1 April 2016.

Menurutnya, Indonesia semestinya tetap memainkan “kartu truf” diplomasi ketimbang “kartu” militer. Indonesia bisa dibilang bakal unggul jika memainkan “kartu” diplomasi dengan mendasarkan kedaulatan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan hukum internasional.

“Indonesia punya kartu diplomasi untuk dimainkan, tapi Indonesia tak punya kartu militer yang unggul. Militer China takkan bisa begitu saja dibuat takut dengan menempatkan beberapa F-16 di Natuna,” imbuhnya.***

Editor : Robert

605 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *