BKPD Lampung Lucurkan Program Toko Tani Indonesia

Dari kanan, Kepala BKPD Lampung Kusnardi, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementian Pertanian Mei Rochjat Darmawiredja, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pertanian di Provinsi Lampung Joko Umar Said, dan Ketua Gapoktan Mekartani Ecep Hasanudin.

Dari kanan, Kepala BKPD Lampung Kusnardi, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementian Pertanian Mei Rochjat Darmawiredja, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pertanian di Provinsi Lampung Joko Umar Said, dan Ketua Gapoktan Mekartani Ecep Hasanudin.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) atau Toko Tani Indonesia (TTI) adalah bentuk komitmen dan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sehingga melalui program ini terjadi keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik ditingkat produsen maupun konsumen,” kata Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri.

Hal itu dikatakan Bachtiar Basri dalam wawancaranya dengan Radio Suara Wajar pada acara penandatanganan kerjasama Gapoktan dengan TTI di Hotel Emersia, Rabu 30 Maret 2016.

Orang nomor dua di Provinsi Lampung ini mengajak semua pihak untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintah pusat ini.

“Setiap pihak harus mendukung dan menyukseska program ini, karena program ini merupakan buah pemikiran pemerintah untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementian Pertanian Mei Rochjat Darmawiredja membeberkan bahwa program ini sebagai upaya pengendalian laju inflasi akibat harga pangan.

“Bisa juga ini dilihat sebagai oprasi pasar tetapi permanen. Biasanya kan oprasi pasar kalau lagi naik, sudah sekali saja tinggalkan. Tapi kalau ini kan ada tokonya, toko tetap,” jelas Mei Rochjat Darmawiredja.

Pada tempat yang sama Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Lampung Kusnardi melalui Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan Halimah mengatakan, Lampung mendapatkan bantuan untuk dua puluh Gapoktan dan empat puluh TTI. Menurutnya, Gapoktan dan TTI ini tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran dan Bandar Lampung.

“Program ini baru pertama di Lampung, dan ini dijadikan pilot project dan termasuk tiga belas provinsi untuk percepatan,” terang Halimah.

Halimah menjelaskan selain menyerap harga komoditas pertanian dengan harga yang layak, program ini juga bertujuan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan hasil pertanian dengan harga terjangkau.

“Harga eceran tertinggi beras premium berkisar antara tujuh ribu lima ratus rupiah sampai dengan delapan ribu rupiah dan bisa didapatkan di 40 toko tani yang tersebar di enam kabupaten/kota mulai pertengahan April 2016,” pungkasnya.

Sementra itu Ketua Gapoktan Mekartani Desa Way Pring, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Ecep Hasanudin menyambut baik program PUPM ini.

“Mudah-mudahan ini akan berjalan dengan baik, artinya kami tidak mengalami kegagalan. Harapannya kami selaku petani yang di desa barangkali bisa membantu pemerintah dalam proses stabilisasi harga melalui pengadan pangan beras,” kata Ecep Hasanudin.***

Reporter : Robert

899 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *