Renungan Harian, Saptu 25 Maret 2016

Saptu Suci

Injil: Yohanes 19:38-42

Yesus dikuburkan

19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. 19:41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. 19:42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

Renungan

Suasana mencekam masih begitu menyelimuti para murid. Sang Guru yang mereka ikuti baru saja hari yang lalu dihukum mati dengan disalibkan. Saat ini para murid sedang tercerai berai, tidak tahu mereka masing-masing sedang ada dimana, dan apa yang mereka pikirkan. Nampaknya mereka tidak berani terang-terangan untuk mengakui diri sebagai murid Yesus yang baru saja dihukum mati. Ini merupakan saat yang tepat bagi mereka untuk lari dan meninggalkan kumpulan mereka. Yesus yang mereka ikuti seolah mati dengan sia-sia, perjuangan mereka seperti usai sudah, semuanya telah berakhir dan tidak ada yang perlu diperjuangkan lagi.

Pada saat-saat seperti inilah para murid yang seperti tidak diperhitungkan justru menjadi orang-orang yang setia berada di sekitar Yesus, sampai pada pemakaman-Nya. Mereka adalah para perempuan dan murid yang tadinya tidak mau terang-terangan berpihak pada Yesus. Setia pada Yesus sampai pada titik yang seperti tanpa harapan dilakukan oleh para murid ‘anonim’. Yusuf dari Arimatea memberanikan diri untuk merawat Yesus sampai pada pemakanan; Nikodemus membawa minyak rempah-rempah untuk melengkapi tradisi pemakaman orang yang meninggal; sebuah kubur baru yang sangat mungkin adalah milik orang yang sebenarnya kagum pada Yesus merelakan kuburnya dipakai untuk pemakaman; semuanya menjadi seperti tergugah dan tergerak hatinya untuk memberikan yang terbaik bagi Yesus.

Suasana duka pasti sedang dialami oleh orang-orang yang ada di sekitar Yesus. Hari setelah Yesus dimakamkan menjadi hari yang tidak mudah untuk dipahami bagi para pengikut Yesus. Suasana bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sangat mungkin menjadi pergulatan mereka.

Bagi kita, hari setelah Yesus dimakamkan menjadi hari nyepi, hari dimana kita melihat secara lebih dalam akan kematian Yesus. Hari yang seolah tidak ada kegiatan apa-apa sebenarnya menjadi hari yang sangat baik untuk semakin merenung secara lebih mendalam akan makna ilahi kematian Yesus. Ia yang adalah Putera Allah rela menjadi yang paling hina dengan kematian di salib. Allah yang seharusnya berada ditempat yang mahatinggi, justru rela untuk turun ke dunia bergulat bersama manusia berdosa, dan mati tragis dalam penyaliban.

Hari ini adalah hari dimana kita secara batin merenungkan makna kematian Yesus dalam hidup kita masing-masing. Kematian selalu membawa kesedihan bagi kita, kematian juga selalu meninggalkan misteri yang tidak mudah kita terima.

Mempunyai sikap hening batin sangat ideal untuk memaknai hari ini. Membiarkan Allah sendiri yang menyentuh dan menggerakan hati kita, membiarkan Allah berbicara pada mata batin kita. Meski kita mungkin sibuk dengan persiapan vigili paskah, hendaknya kita juga tetap mempunyai waktu untuk menikmati suasana sepi – duka cita yang mungkin bisa kita rasakan. Dan sekaligus mengenang dan mendokan mereka yang sudah berpisah dari dunia hidup kita.

Doa

Ya Allah, semoga kami hari ini mampu merasakan sentuhan kasih-Mu. Semoga kami juga berani memberikan waktu kepada sesama kami untuk mempunyai waktu merenungkan kematian Putera-Mu pada hari ini. Semoga kami tetap mempunyai waktu pribadi untuk merenung dan berdoa. Ya Allah, siapkan hati kami untuk senantiasa menyambut rahmat keselamatan yang Engkau tawarkan kepada kami. Amin.

 

588 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *