Kejari Tahan Dua Tersangka Korupsi Disdik Lampung

w750_h400px__1445019678

logo kejaksaan

RADIO SUARA WAJAR – Kejaksaan Negeri Bandarlampung menahan dua tersangka kasus korupsi pengadaan perlengkapan siswa miskin senilai Rp17,7 miliar di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2012, setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejari setempat.

“Usai pelimpahan berkas kedua tersangka, kami lakukan pengecekan kesehatan dan langsung kami tahan,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Bandarlampung Andrie W Setiawan, di Bandarlampung,seperti dilansir antaranews.com, Selasa (15/3).

Penahanan yang dilakukan sejak Selasa pukul 20.00 WIB, dikawal ketat oleh aparatur kejaksaan. Kedua tersangka akan ditahan untuk 20 hari ke depan dan jika diperlukan dilakukan perpanjangan.

Kedua tersangka ditahan, berdasarkan surat perintah (sprint): 1014/ N.8.10/SFt.1/03/2016 atas nama Edward Hakim, mantan Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan sprint: 1015/N.8.10/SFt.1/03/2016 atas nama Ari Sukma Syamsu Rizal, pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandarlampung.

“Untuk sementara keduanya akan ditahan di Lapas Way Huwi Bandarlampung,” kata dia.

Untuk tersangka lainnya, yakni TH dan MH, berkasnya belum diterima oleh kejari dari Kejaksaan Agung yang menangani perkara tersebut. Modus dalam kasus tersebut yakni melakukan kejahatan dengan cara mengerjakan proyek pengadaan perlengkapan siswa miskin di Lampung tanpa melalui proses tender.

Selain itu, perusahaan yang dipakai dikondisikan dengan koordinator sehingga muncul 38 CV yang mengerjakan proyek tersebut. Dalam pelaksanaannya, modus para tersangka yakni membuat proyek pengadaan perlengkapan siswa miskin yang tidak melalui proses tender sehingga tidak melalui mekanisme yang seharusnya.

Proyek itu diketahui terbagi dalam 93 paket dan dikerjakan di 13 lokasi kabupaten atau kota melalui penunjukan langsung 38 CV, perusahaan swasta. Beberapa perlengkapan yang dimasukan dalam proyek tersebut adalah topi, baju seragam pria dan wanita, baju pramuka pria dan wanita, dasi, ikat pinggang, dan tas.

Dalam kasus itu, ada empat tersangka korupsi dan pencucian uang pada proyek pengadaan perlengkapan siswa tidak mampu senilai Rp17,7 miliar, yakni mantan Penjabat Bupati Lampung Timur Tauhidi, mantan Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Edward Hakim, dan PNS Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandarlampung Aria Sukma S Rizal, dan pihak wiraswasta M. Hendrawan.

 

600 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *