22 Terpidana Korupsi di Lampung Gagal Eksekusi

kpk-garap-tiga-politisi-pkb-dalam-suap-proyek-jalan-F3CMA3uI0WRADIO SUARA WAJARSebanyak 22 terpidana kasus korupsi di Lampung belum dieksekusi. Hal ini diduga karena “main mata” antara terpidana dengan oknum penegak hukum sehingga salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) ke Pengadilan Negeri (PN) terlambat diterima.

Padahal, salinan putusan menjadi dasar bagi pihak jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengeksekusi terpidana. Terlambat sedikit saja, terpidana akan lari. Hal ini juga yang terjadi pada kasus korupsi ABPD Lampung Timur dengan terpidana mantan bupati Satono.

“Selama ini memang seringkali diterima terlambat. Ini jadi masalah. Idealnya begitu diputuskan, segera dikirimkan,” kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, seperti dilansir radarlampung.co.id, Jumat (26/2).

Berdasarkan data Kejaksaan Agung, hingga akhir 2015 terdapat 338 terpidana korupsi yang belum dieksekusi di seluruh Indonesia. Selain Lampung, ada 47 terpidana di Jawa Timur, 28 di Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah (18), dan DKI Jakarta (19).

“Para terpidana semakin pintar dan kritis. Banyak yang beranggapan itu salinan belum ada, belum cukup. Harapan kita sebagai JPU begitu diputuskan ya salinan sudah ada,” tegas Prasetyo.

Meski demikian, panitera MA Soeroso Ono menyebut proses penanganan perkara di MA sudah semakin bagus. Jaksa yang telah mengantongi petikan putusan, sebenarnya sudah dapat melakukan eksekusi.

 

302 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *