Perarakan Salib IYD 2016 di Kevikepan Palu Disambut Tarian Khas Bali

0818vRADIO SUARA WAJAR – Rupa-rupa pengalaman spiritual dialami pembawa salib Indonesian Youth Day (Hari Orang Muda Katolik se-Indonesia) 2016. Pengalaman itu dialami juga oleh Orang Muda Katolik (OMK) dan umat Paroki Kristus Raja Toli-Toli, Paroki Santo Petrus Kota Raya, dan Paroki Santo Petrus Tolai yang berturut-turut disinggahi salib IYD setelah dibawa dari Paroki Santa Maria Bunda Hati Kudus Palu, menyinggahi Paroki Santo Paulus Palu dan Santo Thomas Modo.

Yoseph Ernest, ketua OMK Tolai misalnya. Saat dihubungi mengaku sementara ikut dalam rombongan pembawa salib ke Paroki Santa Theresia Tentena. Empat jam melewati pesisir Poso dan Kota Poso malah membuat antusiasme dan kebersamaan mereka menjadi sangat besar.

“Kami juga tak menyangka bisa datang dengan 30 orang menggunakan 6 mobil termasuk Frater (Koresh) dan dua suster. Suster yang ikut ialah suster Sisilia dan Thedora OSF,” katanya.

Selain OMK pusat Paroki Tolai, pimpinan Dewan Pastoral Paroki dan rombongan rohaniawan tadi, menurutnya ikut pula umat stasi Tausu dan OMK stasi Bangli.
Mereka larut dalam kebersamaan menuju Paroki Tentena.

“Salib ini menguatkan. Juga membangkitkan kami sebagai OMK Tolai,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Ernest, dari Paroki Kota Raya, salib dibawa Pastor Alex Tamagendar bersama rombongan ke gereja Paroki Tolai. Mereka disambut tarian penyambutan khas Bali oleh empat gadis OMK cantik.

“Ini karena umat Katolik Tolai banyak yang merupakan transmigran Bali.
Salib diserahkan kepada Frater Koresh Lila dan Frater menyerahkannya kepada ketua dewan paroki,” katanya.

Dari ketua dewan paroki, salib berpindah tangan kepada Ernest. Salib di bawa ke dalam gereja dan diletakkan di depan altar.

“Itu pukul 13.00 siang, Sabtu (16/1). Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan istirahat sebentar,” ujarnya.

Di malam hari, OMK pusat paroki berkumpul di gereja. Mereka latihan lagu di depan salib untuk misa Minggu (17/1).

“Misa pagi pukul 06.30 pagi itu dipimpin Pastor Made Yono yang sementara berlibur. Doa IYD didoakan dalam misa,” katanya.

Malam hari di hari Minggu malam itu, seperti dilansir tribunnews.com, OMK pusat paroki berdoa doa IYD lagi bersama sebagian umat. Senin (18/1) doa diadakan lagi pukul 19.00 bersama OMK stasi Balinggi bersama anak remaja lengkap dengan pembina mereka.

“Selasa (19/1), OMK pusat paroki kembali berdoa bersama umat dan OMK stasi Tausu. Rabu (20/1) pukul 07.30, setelah doa singkat, salib kami bawa ke Tentena,” ujarnya.

Cicilia, ketua OMK Paroki Kristus Raja Toli-Toli mengatakan salib tiba dari Paroki Modo, Minggu (10/1) sekitar pukul 02.00 dini hari. Salib dibawa 25 orang OMK di bawa pimpinan Pastor Riko Ansouw (Pastor Paroki Santo Thomas Modo).

“Salib diserahkan kepada Pastor Wilfrids Yunta (Pastor Paroki Kristus Raja Toli-Toli) dan diserahkan kepada saya. Perarakan kemudian dibuat dalam gereja,” katanya.
Salib itu seperti biasanya diletakkan di depan altar. Pukul 15.00, diselenggarakan Novena IYD.

“Jalan salib dibuat pukul 18.00. Selasa (12/1), diadakan misa dan Rabu (13/1), salib dibawa pastor paroki bersama Leonard Tamba (Sekretaris OMK Paroki) dan empat OMK lain ke Kota Raya,” ujarnya.

Leo (sapaan akrab Leonard) mengatakan salib dibawa pukul 11.00 ke Kota Raya. Menempuh empat jam perjalanan, mereka tiba di gereja paroki Santo Petrus Kota Raya sekitar pukul 15.00.

“Salib diserahkan terimakan ke pastor Alex Tamangendar (pastor paroki Santo Petrus Kota Raya. Setelah misa sore pukul 18.00, kami berdoa novena IYD dan kemudian ke Toli-Toli,” ujarnya.

 

1338 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *