Renungan Harian, Rabu, 16 Desember 2015

Rabu Biasa Pekan III Adven

Lukas 7:19-23

7:19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” 7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” 7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. 7:22 Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Renungan

Jawaban Yesus pada dua orang utusan Yohanes merupakan sebuah penegasan bahwa Yesus adalah sang Mesias. Yesus tidak menjawab dengan ‘YA’ atau ‘TIDAK’, namun Yesus mengajak kedua orang utusan Yohanes itu untuk mengalami dan merasakan pengalaman melihat apa yang sudah dilakukan Yesus. Kesaksian yang hidup akan semakin bisa meyakinkan bagi orang lain.

Orang-orang sezaman Yohanes dan Yesus merindukan kedatang an Mesis yang mereka mengerti sebagai Mesias yang akan membebaskan mereka dari system penindasan dan penjajahan. Namun Yohanes sudah mengintrodusir murid-muridnya untuk mengubah mindset tersebut dengan mengajak murid-muridnya membangun sikap pertobatan yang mendalam.

Maka bisa dimengerti jika Yesus menjawab kedua utusan Yohanes supaya mereka memberitahukan kepada Yohanes apa yang sudah terjadi di sekita Yesus. Para murid Yohanes sudah mempunyai pengertian tentang Mesias yang sejalan dengan apa yang menjadi perutusan Yesus: bukan pembebasan secara politik, namun pembebasan bagi mereka yang menderita dan kabar baik bagi mereka yang tertindas. Dengan kata lain, orang-orang tertindas dan kecil mempunyai pengharapan akan kesalamatan kekal yang datang dari Tuhan.

Memaknai sabda Tuhan hari ini, yang kiranya perlu kita persiapkan menyambut kedatang Tuhan yang semakin dekat ini adalah keberanian untuk datang kepada Yesus, melihat dan mendengarkan kabar sukacita dari Yesus secara personal, bukan mendengar dari orang lain. Pengalaman personal itulah yang pada akhirnya kita bagikan kepada orang lain. Mengalami Yesus secara pribadi menjadi sumber kegembiraan yang patut kita bagikan kepada orang-orang disekitar kita.  Pengalaman personal yang mendalam akan Yesus membuahkan sukacita yang mendalam dan bertahan lama. Sukacita itulah yang kita bagikan.

Doa

Tuhan Yesus Kristus, pujian, hormat dan kemuliaan kami haturkan kehadirat-Mu. Kasih-Mu senantiasa membuat kami menjadi semakin hidup dan bersukacita. Bantulah kamu untuk senantiasa mengalami sukacita karena mengalami kasih-Mu. Ajarilah kami juga untuk membagikan sukacita itu pada orang-orang yang kami jumpai. Semoga dengan demikian, semakin banyak orang yang mengalami sukacita dan kebahagiaan dalam hidup mereka. Sebab Engkaulah sumber keselamatan kami, untuk selama-lamanya.

Amin.

 

622 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *