Bangkit Pasca Kehilangan Pekerjaan

Unemployment concept, fired man with personal items in a box

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Kehilangan pekerjaan dapat berakibat buruk pada Anda apapun alasannya. Situasi tersebut dapat memicu amarah, perasaan malu serta perasaan mudah tersinggung yang Anda miliki, dan dapat mencegah Anda kembali mencari pekerjaan untuk beberapa saat. Mungkin ada baiknya untuk Anda merenung sejenak sebelum memutuskan untuk kembali mengirim lamaran Anda ke beberapa perusahaan.

Berikut 5 langkah yang dapat membantu Anda bangkit dari kehilangan pekerjaan dan membangun kembali perspektif baru sehingga Anda dapat kembali mencari pekerjaan baru.

1. Cari Waktu yang Tepat Untuk Merenungi Keadaan Anda

Menyadari bahwa Anda telah kehilangan pekerjaan memang cukup menyita waktu, ketika hal tersebut terjadi, sudah seharusnya Anda meluangkan sejenak waktu untuk memikirkan keadaan itu. Entah berpikir tentang apa yang telah terjadi, tentang hal yang mungkin salah atau apapun itu, Anda harus melihat situasi tersebut secara objektif.

Berhadapan dengan pengalaman negatif ini dapat membuat Anda menyadari sisi positif yang terjadi pada diri dan kehidupan Anda. Mungkin Anda hanya membutuhkan waktu untuk menggali kesempatan berkarir yang baru, atau bisa dianggap sebagai evaluasi dari skill dan pengalaman sehingga Anda dapat lebih berkembang. Jangan sampai membuat hal yang hanya bersifat SEMENTARA ini menghalangi Anda dalam mengejar mimpi dan kesuksesan. Hal ini juga seharusnya memberikan pengalaman berharga, sehingga menunjang performa Anda di kemudian hari.

2. Sikapi Secara Positif

Hal yang ditakuti mengenai kehilangan pekerjaan adalah menjelaskan bagaimana dan mengapa hal tersebut terjadi ketika Anda menjalani wawancara kerja selanjutnya. Untuk itu, Anda harus menyikapi hal tersebut secara positif karena bagaimanapun juga dapat mempengaruhi kesempatan Anda dalam menjalani pekerjaan yang baru.

Jika Anda pernah bekerja dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan dan memiliki kegiatan yang lain dalam mengisi waktu luang, lebih tidak Anda masukkan ke dalam resume. Tapi jika Anda ingin tetap mencantumkannya, fokus pada apa yang pernah Anda capai dan jangan berbicara tentang masalah berhentinya Anda dari pekerjaan tersebut, kecuali ditanyakan oleh manajer rekrutmen. Jika Anda berbicara mengenai hal tersebut, jelaskan faktanya secara singkat. Hindari terlalu banyak penjelasan sehingga Anda tidak terkesan melakukan pembelaan. Tunjukkan bahwa Anda menerima kejadian tersebut dan Anda telah siap melangkah kembali. Ceritakan hal tersebut lalu segera kembali pada wawancara kerja yang terfokus pada posisi pekerjaan yang Anda lamar. Berlatihlah dengan teman lebih dulu sehingga Anda lebih terbiasa, lebih tulus dan percaya diri.

Berikut beberapa contoh jawaban yang dapat Anda gunakan ketika ditanya “kenapa Anda berhenti dari pekerjaan Anda?”:

Jika Anda kehilangan pekerjaan karena masalah penggabungan perusahaan, restrukturalisasi atau pengurangan karyawan:

“Mengacu pada besarnya kerugian finansial yang terjadi, perusahaan memutuskan untuk melakukan PHK, dan sayangnya, posisi saya tidak lagi dibutuhkan, bersama dengan sepuluh rekan kerja saya yang lain.”

“Perusahaan telah melakukan restrukturalisasi dan dengan manajemen baru yang mengubah prioritas, sayangnya ini berarti mereka tidak mampu untuk memaksimalkan kemampuan dan keahlian saya.”

Jika Anda diberhentikan karena masalah kinerja Anda, ceritakan apa yang dapat dari pengalaman tersebut:

“Hal tersebut merupakan teguran bagi saya. Pengalaman tersebut mengajari saya bahwa….” lalu hubungkan pelajaran tersebut dengan posisi pekerjaan yang sedang menjadi fokus wawancara Anda.

3. Rencanakan Langkah Selanjutnya

Ketika dengan mudahnya menjadi korban keputusasaan dan menyebar resume pada banyak perusahaan, Anda harus berhenti bertindak demikian. Gunakan waktu ini sebijaksana mungkin untuk membangun rencana dan keputusan yang akan membawa karir Anda untuk kembali bergerak maju. Entah bekerja dengan perusahaan baru namun pada industri yang sama, atau mencoba bidang pekerjaan yang benar-benar baru, ini merupakan waktu yang tepat untuk memetakan tujuan karir Anda.

Lihat kembali resume Anda dan perbarui dokumen itu. Lengkapi dengan daftar skill yang dapatkan dari tempat kerja terakhir Anda dan sempurnakan CV sehingga perusahaan akan melihat lebih dalam mengenai diri Anda daripada sekedar pengalaman kehilangan pekerjaan.

4. Maksimalkan Jaringan Profesional Anda

Ketika Anda siap dengan jalur karir Anda, sekarang waktunya untuk memaksimalkan jaringan profesional pribadi Anda. Ceritakan kepada teman-teman Anda bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru, tetapi jangan memberikan anggapan bahwa Anda akan menerima pekerjaan apapun.

Kamu juga dapat memanfaatkan kembali fungsi keanggotaan Anda dalam komunitas dan organisasi ataupun akun sosial media yang mungkin terlupakan ketika Anda masih bekerja. Kirimkan e-mail, SMS atau hanya sekedar update status Facebook dan profil Anda lainnya. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan mendapatkan tawaran kerja yang dapat melambungkan karir Anda.

5. Lihatlah ke Belakang, Hanya Untuk Melihat Progres yang Telah Anda Buat

Kecil harapan untuk memperbaiki sesuatu yang telah terjadi, sehingga tidak gunanya Anda memikirkan hal tersebut. Namun jika Anda merasa perlu melakukan hal itu, lakukan dengan alasan untuk melihat telah sejauh mana kinerja dan performa Anda. Fokus ke SEKARANG dan jadilah pribadi yang lebih baik.

Diberhentikan dari pekerjaan atau kehilangan pekerjaan dapat terjadi pada siapapun. Seberapa kuat kepribadian dan karakter Anda akan menentukan seberapa cepat Anda bangkit untuk kembali membangun karir profesional Anda yang baru. Ketika ini terjadi pada Anda, ingatlah bahwa hal ini BUKAN akhir karena segala sesuatu yang terjadi pada Anda bisa menjadi awal dari karir Anda yang lebih baik.

 

335 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *