Renungan Harian, Sabtu, 5 Desember 2015

12301650_10205098755536284_2638029658095012897_nSabtu, 5 Desember 2015
Hari Biasa Pekan I Adven

INJIL: Mat 9:35-10:1,6-8

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan membertakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”  Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. (Perintah-Nya:) Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kami telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

RENUNGAN:

Yesus mengutus para rasul untuk pergi ke seluruh penjuru dunia guna melanjutkan karya-Nya mengajar, menyembuhkan dan memproklamasikan Kerajaan Allah. Ini menandakan suatu langkah penting dalam rencana Allah bagi umat-Nya. Hal ini memungkinkan Kabar Baik tersedia bagi jumlah orang yang lebih besar, yang terlalu jauh bagi Yesus sendiri untuk secara pribadi melakukannya. Pada akhirnya hal ini telah mengakibatkan Injil disebarkan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun, untuk lebih dari dua puluh abad lamanya setelah peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya pertama kali terjadi.

Pada waktu Yesus mengutus para rasul-Nya untuk pergi mewartakan Injil Kerajaan Surga, Dia memberikan kepada mereka juga kuasa untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan (Mat 10:1; 6-8). Kuasa ini merupakan suatu kesaksian terhadap kebenaran dari pewartaan Kerajaan Surga. Seseorang dapat saja berpikir bahwa jika setelah 2000 tahun pewartaan Injil dilakukan seperti ini, maka seluruh dunia akan dipertobatkan! Namun sayangnya, seperti dikemukakan oleh Yesus, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Mat 9:37). Bahkan dari pekerja yang sedikit itu, mereka yang pernah dengan lantang mewartakan Kabar Baik kemudian – karena satu dan lain hal – menjadi semakin menyusut dalam pengaruhnya sebagai pewarta.

Maka dari itu kita perlu memeriksa sikap-sikap kita supaya yakin bahwa hati kita terbuka bagi Injil, di mana pun Injil itu diwartakan dan dinyatakan. Kita tidak boleh memperkenankan pelanturan, rasa lelah, atau bahkan prasangka pribadi mencegah kita mendengar apa yang Allah coba katakan kepada kita.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami agar memiliki kerinduan akan bimbingan-Mu. Buatlah agar telinga kami berhasrat untuk mendengar sabda-Mu dan hati kami haus akan kebenaran-Mu, di mana saja hal itu diwartakan. Amin.”

 

642 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *