Renungan Harian, Selasa, 1 Desember 2015

12313943_10205078189702151_1661924441067351406_nSelasa, 1 Desember 2015
Hari Biasa Pekan I Adven

INJIL: Luk 10:21-24

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

RENUNGAN:

“Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (Luk 10:23).
Beberapa saat sebelum Yesus menghaturkan doa syukur kepada Allah ini, Yesus telah meratapi “nasib” kota-kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Tiga kota ini telah menolak hal yang paling berharga di dalam dunia: kasih Allah yang penuh keajaiban. Sebaliknya mereka memilih untuk menaruh kepercayaan pada diri mereka sendiri. Inilah sebabnya mengapa Yesus bergembira dalam Roh Kudus karena sikap tulus seperti anak kecil yang ditunjukkan oleh para murid-Nya. Tidak seperti kota-kota yang tidak percaya ini, para murid-Nya telah belajar untuk tidak menggantungkan diri pada “kehebatan” mereka sendiri, melainkan pada janji-janji Allah.

Pada hari ini Yesus terus bergembira karena melihat siapa saja yang mengambil langkah-langkah iman kecil dan belajar untuk menaruh kepercayaan sederhana pada-Nya. Yesus bergembira manakala melihat hati seseorang yang dapat diajar dan terbuka bagi pernyataan-Nya. Tidak ada yang lebih menggembirakan hati Yesus daripada melihat kita datang menghadap hadirat-Nya dengan rendah hati, siap untuk belajar dari Dia dan menerima rahmat-Nya. Yesus dapat dan akan menyatakan diri-Nya kepada kita. Yang dibutuhkan dalam hal ini hanyalah hati yang terbuka bagi-Nya.

Inilah janji Allah kepada orang yg bersifat dan bersikap penuh ketulusan: pernyataan diri-Nya. Roh Kudus-Nya ingin menyatakan Kristus kepada kita, dan Ia akan menggunakan setiap kesempatan untuk membuka hati kita. Apa yang harus kita lakukan untuk menerima, memahami, atau mengenal Dia hanyalah semakin menggantungkan diri pada Yesus dari hari ke hari untuk memperoleh hikmat dan kekuatan yang kita butuhkan. Dengan langkah ini kita akan bertumbuh dalam kesadaran bahwa kita tidak dapat berbuat atau mengetahui apa-apa tanpa Yesus, dan kesadaran tersebut tidak perlu membuat kita ciut hati, melainkan justru memenuhi diri kita dengan pengharapan. Sadarilah bahwa semakin kita menyederhanakan hati kita, semakin dekat pula kita ditarik kepada Yesus dan semakin mendalam pula Ia akan menyatakan diri-Nya kepada kita.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, semoga Roh Kudus menyatakan hati Yesus Putra-Mu yang dina dan tulus seperti anak-anak kecil. Penuhilah diriku dalam masa Adven ini dengan suatu hasrat untuk menjadi semakin serupa dengan hati Yesus. Amin.” (pax et bonum)

 

633 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *