Penembakan Imam Katolik; ISIS Klaim Bertanggung Jawab

An Italian priest sits wounded in a hospital after being shot in Dinajpur, some 350 kilometres (220 miles) north of Dhaka, on November 18, 2015. Unidentified gunmen shot and wounded an Italian priest on November 18 in northern Bangladesh, just weeks after two foreigners were killed in similar attacks blamed on hardline Islamists, police said. AFP PHOTO / AFP / STR

Pastor Parolari Piero PIME dirawat di rumah sakit setelah diserang tiga militan bersenjata di Banglades pekan lalu.

RADIO SUARA WAJAR – ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) mengaku bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang pastor Katolik Italia di Banglades, kasus terakhir dalam serangkaian serangan terhadap orang asing di negara Asia Selatan tersebut.

Pastor Parolari Piero, 64, dari Institut Kepausan untuk Misi Asing (PIME), ditembak beberapa kali di leher dan kepala oleh tiga penyerang di kota Dinajpur utara pada 18 November.

“Datasemen keamanan tentara kekhalifahan Banglades melakukan beberapa operasi menargetkan orang asing termasuk pastor Italia ini,” kata kelompok jihad dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilaporkan kelompok SITE Intelligence yang berbasis di AS, yang memonitor aktivitas jihad online.

Kelompok jihad itu sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja bantuan Italia Cesare Tabella pada 28 September di Dhaka, dan menembak mati seorang pria Jepang pada 3 Oktober di distrik Rangpur utara.

Kelompok ini juga telah melakukan pemboman pada sebuah pertemuan Syiah di Dhaka pada 24 Oktober, yang menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya. Setelah serangan 18 November, Pastor Piero menjalani operasi di Medical College Hospital Dinajpur, kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Militer di Dhaka untuk perawatan yang lebih intensif.

Di Dinajpur, polisi menahan 11 anggota partai garis keras Islam Jamaat-e-Islami untuk diinterogasi terkait serangan terhadap Pastor Piero. Polisi telah memperketat pengamanan di semua gereja dan rumah-rumah misionaris asing sejak serangan tersebut, kata Kepala Kepolisian Dinajpur Ruhul Amin.

“(ISIS) klaim menyerang Pastor Piero adalah sebuah kejutan dan keprihatinan bagi kami. Kami telah hidup dalam ketakutan dan membatasi gerakan kami sejak serangan itu,” kata Pastor Anthony Sen, kepala Paroki Ratu Fatima di distrik Thakurgaon, keuskupan Dinajpur.

Pada 18 November, ratusan umat Katolik menggelar demonstrasi di Rajshahi utara memprotes serangan tersebut. Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Banglades dan Bangladesh Christian Association bersama-sama mengadakan aksi protes pada 21 November di Dhaka.

“Kami tidak tahu apa yang diinginkan para ekstremis untuk menyerang Gereja dan para misionaris, dan kasus ini telah menjadi keprihatinan serius. Kami meminta pemerintah menyelidiki kasus ini dengan benar dan menghukum para penyerang, tidak peduli siapa mereka,” kata Theophil Nokrek, sekretaris eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Banglades.

Serangan terhadap umat Kristen dan imam jarang terjadi di Banglades. Namun, pada awal Oktober, seorang pendeta Protestan Banglades lolos dari pembunuhan setelah tiga anggota militan lokal terlarang Jamaatul Mujahidin Banglades mencoba memenggal lehernya.(ucanews.com)

 

592 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *