Renungan Harian, Rabu, 18 Nopember 2015

12219369_10205024587082119_7798180220664407903_nRabu, 18 Nopember 2015
Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII

INJIL: Luk 19,11-28

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

RENUNGAN SINGKAT:

Firman hari ini menyadarkan orang beriman bahwa perjalanan Yesus menuju Yerusalem bukan hanya berarti awal pembangunan kerajaan, melainkan juga dan terutama masa untuk mempertanggungjawabkan seluruh kepercayaan yang ditawarkan kepada setiap orang yang mengikuti-Nya.

Bukan hasil yang menentukan dalam pertanggunganjawab itu, melainkan usaha dan sikap jujur. Perumpamaan dalam Injil hari ini memberikan contoh bagaimana ketidakjujuran bisa mencelakakan diri sendiri. Bila orang hanya bisa menyalahkan orang lain, dan tidak berani mengakui keterbatasan sendiri, akhirnya seluruh perjuangan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Orang beriman mendapat kepercayaan besar, yaitu menerima rahmat dan kesempatan. Itu perlu dikembangkan sepenuhnya. Kesempatan-kesempatan manakah yang harus dicari? Kemungkinan manakah yang perlu dimanfaatkan?

DOA:

“Ya Allah Bapa di surga, Terimakasih kami haturkan pada-Mu atas segala karunia rahmat yang telah Kauberikan kepada kami. Semoga kami dapat mensyukurinya dengan berbuat sesuatu yang menuntun kami pada keselamatan yakni bersikap jujur dalam segala hal dan bertanggungjawab dalam iman. Amin.”

 

827 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *