Renungan Harian, Minggu, 15 November 2015

12243529_10205009798992426_7991095890581283506_nMinggu, 15 November 2015
HMB XXXIII [B]

INJIL: Mrk 13:24-37

Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan guncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Pada waktu itu juga Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Orang-orang zaman ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”

RENUNGAN:

“Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.” Setiap kali kita mengucapkan doa yang familiar ini, kita sebenarnya mengungkapkan kepercayaan kita bahwa dunia tidak akan berakhir. Akan tetapi Injil Markus yang kita baca pada hari ini, memprakirakan tentang akhir dunia. Tentunya di sini kita berbicara mengenai dua dunia yang berbeda. “Dunia” dalam bacaan hari ini adalah dunia di mana kita sekarang hidup. Asal-usul dunia kita dipenuhi dengan misteri, seperti juga awal kehidupan manusia. Dan dunia kita diyakini akan musnah.

Orang-orang dari abad ke abad seringkali meramalkan akhir dunia yang tidak dapat dihindari, namun kita mengetahui bahwa dunia yang sudah tua renta ini masih saja bergerak dan hidup seperti biasa, walaupun semakin tidak nyaman dilihat dari banyak seginya. Apakah kita harus memikirkan tentang kehancuran dunia yang diwartakan oleh “nabi2 palsu” zaman ini? Ingatlah bahwa prediksi atau ramalan tentang akhir zaman ini sudah biasa sebelum tahun 1000, dipicu oleh suatu teks dalam Kitab Wahyu yang menyatakan bahwa rantai yang membelenggu Iblis akan dilepaskan setelah 1000 tahun (lih. Why 20:7). Kita juga masih belum lupa bagaimana menjelang tahun 2000 (akhir dari milenium) prediksi-prediksi kehancuran dunia meningkat lagi.

Ketika Yesus ditanya oleh para rasul-Nya tentang kapan dunia akan berakhir, Ia menjawab: “Tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja” (Mrk 13:32). Di sini Yesus berkata-kata dengan sopan-santun, maksudnya: “Hal ini melampaui kompetensi anda – jangan pusing-pusing tentang hal itu.” Pada hari ini Gereja meyakinkan kita kembali bahwa kita tidak mempunyai kerajaan yang abadi di dunia ini, namun harus mencari kerajaan abadi yang di atas sana.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, aku sungguh bergembira karena Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan yang sesungguhnya. Walau dunia ini akan hancur namun aku tetap percaya bahwa Engkau tetap akan memberikan kehidupan kekal padaku.Terpujilah nama-Mu senantiasa. Amin.”

 

744 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *