Renungan Harian, Kamis, 12 November 2015

 

Renungan Harian, Kamis, 12 November 2015

Peringatan St. Yosafat, Martir

Lukas 17:20-15

17:20   Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 17:21   juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” 17:22   Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. 17:23   Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 17:24   Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. 17:25   Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

Renungan

Di Eropa, ada beberapa fenomena yang disebut dengan “pobia kiamat”, dimana orang-orang sudah sejak sekarang menyiapkan diri untuk membeli apapun yang ada untuk persiapan mereka jika sewaktu-waktu terjadi kiamat. Yang dimaksud kiamat adalah misalnya bencana alam yang dahsyat, atau kekacauan ekonomi yang menyebabkan terjadi kerusuhan besar-besaran, atau apapun yang menyebabkan bencana dunia. Nak orang-orang “pobia kiamat” sudah sejak sekarang mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang ada, mulai dari menimbun makanan sampai dengan menimbun bahan bakar. Bahkan di dalam mobil mereka selalu siap dengan perlengkapan bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

Hari ini Yesus dalam pengajaran-Nya menyampaikan sesuatu yang tidak sepenuhnya mudah ditangkap. Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah yang sama sekali tidak ada tanda yang jelas tentang kedatangannya. Satu-satunya tanda yang diungkapkan oleh Yesus mengenai datangnya Kerajaan Allah adalah “banyak penderitaan dan penolakan oleh angkatan ini”. Banyak orang yang mencari dan menunggu datangnya Kerajaan Allah namun justru orang-orang itulah yang menolak dan bahkan membuat Putera Allah dalam penderitaan.

Kalau demikian, bagi kita saat ini menjadi jelas bahwa sebenarnya Kerajaan Allah sudah datang dalam diri Yesus Kristus, yang menderita karena penolakan orang-orang jaman itu. Yesus yang adalah Mesia, Putera Allah, justru ditolak dan dibunuh oleh orang-orang yang sebenarnya menantikannya. Tetapi seperti kita imani, pada hari ketiga Ia bangkit dalam kemuliaan. Maka kita meyakini bahwa Kerajaan Allah itu sudah datang dan saat ini sedang dalam penantian kedatangan yang kedua Putera Manusia dalam kemuliaan.

Memaknai sabda Yesus hari ini, kita diajak untuk waspada dan hati-hati terhadap terhadap pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok yang menyatakan diri sebagai utusan Tuhan. Seperti kita tahu, ada sedemikian kelompok yang berkeinginan menunjukkan “Tuhan ada di sana” atau “Tuhan ada di sini”. Sudah sejak awal Yesus mengingatkan hal ini. Akan ada banyak orang-orang yang berbuat demikian. Dan pesan Yesus sangat jelas “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana!”

Banyak orang yang dengan berbagai jalan mencari cara untuk menemukan Tuhan dan mencoba memahami kedatangan-Nya dengan nalar. Sejarah membuktikan mereka semuanya gagal, jalan Tuhan tidak seperti yang mereka pikirkan.

Sebenarnya Yesus sudah memberitahukan dengan sangat jelas bahwa “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu”. Jika Allah meraja diantara kita umat-Nya, maka sebenarnya kita juga diajak untuk menghadirkan Kerajaan Allah itu ditengah masyarakat. Yesus menghendaki supaya hati, budi dan pikiran kita dipenuh dengan Allah yang meraja, bukan dipenuhi dengan kehendak diri sendiri.

Dengan demikian, Kerajaan Allah bukanlah tempat yang harus dicari, namun Kerajaan Allah perlu diwujudkan dalam hidup kita secara konkret. Allah sudah datang dan meraja yang mendapat kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus. Saat ini yang diperlukan adalah kita membuka hati untuk membiarkan Allah yang meraja dalam diri kita.

Ciri-ciri bahwa kita sudah membuka hati dan membiarkan Allah meraja dalam diri kita adalah walaupun kita dalam penderitaan dan penolakan, kita tetap mampu bertahan hidup. Kerajaan Allah bukan soal tempat dan makanan, namun soal hidup yang membawa hidup bagi orang lain.

Doa

Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia hendak mengajari kami tentang Allah Bapa yang meraja dalam kehidupan kami. Engkau menderita dan wafat dan bangkit menandakan dengan jelas bahwa Kerajaan Allah sudah datang di dunia. Kami mohon, semoga kami dari hari ke hari senantiasa disadarkan bahwa hidup kami adalah bagian dari Kerajaan Allah. Mampukan kami untuk semakin menampakkan Allah yang meraja dalam hidup kami setiap hari. Semoga dengan demikian, hidup kami senantiasa membawa berkat bagi orang lain, bukannya menjadi kutuk dan bencana. Sebab Engkaulah penyelamat kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persukutuan dengan Roh Kudus, sepanjang masa.

Amin.

 

702 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *