Renungan Harian Minggu, 25 Oktober 2015

12038144_10204922211922804_3448591931578618847_nMinggu, 25 Oktober 2015
Hari Minggu Biasa ke XXX

Injil: Mrk 10:46-52

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Tanya Yesus kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Jawab orang buta itu, “Rabuni, aku ingin dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

RENUNGAN:

Bartimeus adalah seorang pengemis yang buta. Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Yerikho, Bartimeus berteriak, “Anak Daud, kasihanilah aku!” sampai dua kali. Ketika merenungkan hal ini, kita bisa bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita memiliki mental seperti Bartimeus? Yang tidak malu meminta pertolongan Tuhan, dan yang mau merendahkan hati untuk berseru-seru kepada Tuhan dalam doa, dengan ketekunan. Sebab seruan Bartimeus ini membuat Yesus berhenti dan memanggil dia. Dan orang-orang yang tadinya menegur Bartimeus supaya diam, kini berubah sikap, malah meneguhkannya. “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Karena Bartimeus sungguh mempunyai keteguhan hati untuk mendekati Yesus. Ia menanggalkan jubahnya, yang menghalanginya untuk secepatnya bangun dan berjalan mendapatkan Yesus.

Jubah, yang mungkin satu-satunya harta miliknya, dilepaskannya supaya ia dapat sesegera mungkin mendapatkan Yesus. Suatu pertanyaan: apakah saat mendekat kepada Yesus aku pun mau menanggalkan segala kesombonganku, kehebatanku, jabatanku, egoisme-ku? Lalu, apakah juga aku mau mengakui bahwa aku ini seperti orang buta di hadapan-Nya?

Akhir kisah ini kiranya yang paling berkesan, yaitu ketika Yesus bertanya, “Apa yang kau kehendaki Kuperbuat bagimu?” “Rabuni, aku ingin dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Mengikuti Yesus sebagai murid dalam perjalanan menuju Bapa (keselamatan), melalui salib penderitaan.

Sebagai murid Kristus, kita tidak saja mengakui Kristus sebagai Guru kita, tetapi juga sebagai Tuhan dan Penyelamat kita. Maka tentunya, dengan iman dan kesungguhan kita, Yesus pun dapat mendatangkan pertolongan-Nya kepada kita, jika kita berseru kepada-Nya. Kita ingin melihat Dia dan mencari apa yang menjadi kehendak-Nya, yang dapat mendatangkan kebaikan bagi kita. Sebab dengan memandang Yesus, kita memperoleh juga bantuan ilahi yang kita butuhkan.

DOA:

“Tuhan Yesus, aku bersyukur bahwa Engkau mau melawatku dalam setiap pergumulan hidupku. Bantulah aku untuk melihat Engkau dalam peristiwa-peristiwa yang kualami, sehingga aku diteguhkan dalam iman dan dikuatkan untuk selalu mengikuti Engkau. Amin.”

772 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *