A.W. Siswo Susilo : “Makan untuk hidup dan hidup untuk kasih”

Dr (c) A.W. Siswo Susilo, S.H.,M.M. (66), di kediamannya Jalan Pangenran Tirtayasa Gang Pulau Legundi Perumahan II Sriwijaya, Blok I/8 Sukabumi, Bandar Lampung, Sabtu 03 Oktober 2015.

Dr (c) A.W. Siswo Susilo, S.H.,M.M. (66), di kediamannya, Jalan Pangenran Tirtayasa Gang Pulau Legundi Perumahan II Sriwijaya, Blok I/8 Sukabumi, Bandar Lampung, Sabtu 03 Oktober 2015.

BANDAR LAMPUNG, POTRET RADIO SUARA WAJAR – Sosok tokoh ini mendedikasikan hampir sebagian waktu dalam hidupnya pada dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Beberapa perguruan tinggi, yayasan dan sekolah pernah dipercayakan padanya, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras Bandar Lampung. Selama lima tahun kepemimpiannya dengan “berdarah-darah”, sekolah tinggi yang menjadi kebanggaan umat Katolik di Keuskupan Tanjungkarang ini mulai dikenal masyarakat luas.

Dr (c) A.W. Siswo Susilo, S.H.,M.M., (66) lahir di Yogyakarta 01 Januari 1950. Sejak umur tiga tahun anak kedua dari pasangan Aloysius Marto Utomo dan Maria Samirah dibesarkan di bumi ruwa jurai. Masa kecil Siswo Susilo dihabisakan bersama orang tuanya di Desa Taman Negri Kecamatan Purbolinggo Lampung Tengah. Tapi sejak Kabupaten Lampung Timur terbentuk yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Tengah pada 20 April 1999, Desa Taman Negri masuk dalam Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur.

Dr (c) A.W. Siswo Susilo, S.H.,M.M., bersama istri Chatarina Maria Sri Hartati (66) di kediamannya Jalan Pangenran Tirtayasa Gang Pulau Legundi Perumahan II Sriwijaya, Blok I/8 Sukabumi, Bandar Lampung, Sabtu 03 Oktober 2015.

Dr (c) A.W. Siswo Susilo, S.H.,M.M., bersama istri Chatarina Maria Sri Hartati (66) di kediamannya Jalan Pangenran Tirtayasa Gang Pulau Legundi Perumahan II Sriwijaya, Blok I/8 Sukabumi, Bandar Lampung, Sabtu 03 Oktober 2015.

Sejak kecil, suami dari Chatarina Maria Sri Hartati (66) ini bercita-cita ingin menjadi seorang imam. Ketertarikan menjadi Pastor tumbuh dalam dirinya saat seorang imam misonaris “londo” kala itu bertugas melayani umat stasinya di Desa Taman Negri. Walaupun di tengah perjalanan, Siswo Susilo mengurungkan cita-citanya tersebut dan memilih menjadi pegajar.

Sejak memutuskan menjadi pengajar pada tahun 1976, karier gemilang di dunia pedidikan dimulainya. Ayah tiga anak ini menduduki berbagai posisi penting di sekolah, yayasan maupun perguruan tinggi di Lampung, termasuk di STIE Gentiaras Bandar Lampung.

“Makan untuk hidup dan hidup untuk kasih”, begitulah prinsip hidup Siswo Susilo. Dengan memegang prinsip hidup ini dirasakan berkat Tuhan terhadap dirinya dan keluarga terus berlimpah. Walaupun sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai negri sipil (pns), tak membuat karyanya di dunia pendidikan dan sosial kemasyarakatan terhenti, tapi malah sebaliknya.

Di zaman teknologi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini, jebolah Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) ini memberikan beberapa tips atau kunci sukses kepada orang muda yang tegah berjuang meraih cita-citanya. Salah satu tipsnya ialah untuk telebih dahulu mengenal dirinya sendiri, sebelum melangkah.

Siswo Susilo kini hidup bahagia bersama istri dan dua anak serta satu menantunya di Jalan Pangeran Tirtayasa Gang Pulau Legundi Perumahan II Sriwijaya, Blok I/8 Sukabumi, Bandar Lampung. Kebahagaian tersebut memancar dari keluarga ini, saat Suara Wajar berkunjung di kediamannya petang kemarin, Sabtu 03 Oktober 2015.

Pria yang saat ini tengah menempuh pendidikan Strata 3 (S3) ini mengungkapkan keprihatinannya pada dunia pendidikan saat ini. Guru menurutnya menjadi kunci kemajuan dunia pendidikan di Lampung, walau bukan menjadi satu-satunya faktor. Seorang Guru, menurut pria yang sebentar lagi dikaruniai seorang cucu pertamanya ini, dituntut harus profesional dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya. Tidak melulu semata-mata, seorang guru mengejar upah yang didapat atas profesi yang diembannya tersebut.

Siswo Susilo dalam kesempatan ini memberikan masukan untuk kemajuan dan perbaikan STIE Gentiaras yang beralamat Jl. Purnawirawan (Gang Ratu) No. 14 Gedongmeneng, Bandar Lampung. Salah satu masukannya ialah menyoal dari sisi syarat keberadaan perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. Apakah STIE Gentiaras Bandar Lamppung sudah memenuhinya?

Features Radio A.W. Siswo Susilo : “Makan untuk hidup dan hidup untuk kasih” akan ditayangkan saat ini pada menu acara “Potret Suara Wajar” malam ini, Minggu 04 Oktober 2015 pukul 19.00 – 20.00 wib.***

Reporter : Robert

1010 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *