September 2015, Bandar Lampung Inflasi 0,02 persen

Kepala BPS Lampung Adhi Wiriana.

Kepala BPS Lampung Adhi Wiriana.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — September 2015, Kota Bandar Lampung kembali mengalami inflasi yaitu sebesar 0,02 persen. Empat kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi di Kota Bandar Lampung yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

Sedangan tiga kelompok lainnya memberikan andil yang menahan laju inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,16 persen; kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

Demikian diterangkan Kepala BPS Lampung Adhi Wiriana saat jumpa pers di kantornya  (01/10), Jl. Basuki Rahmat No 54 Bandar Lampung.

Adhi menjelaskan, beberapa komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya beras, batu bata/batu tela, bawang putih, nasi dengan lauk, cung kediro, tomat sayur, sate, rokok kretek filter, cumi-cumi segar, dan emas perhiasan.

Inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-44 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 kota, 46 kota mengalami inflasi dan hanya 36 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,33 persen, sedangkan inflasi terendah dialami DKI Jakarta sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi dialami Sibolga sebesar 1,84 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Bandung sebanyak sebesar 0,01 persen.***

Reporter : Robert

513 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *