Renungan Harian Minggu, 27 September 2015

12063791_10204776185672239_8046728801561645750_nMinggu, 27 September 2015
HARI MINGGU BIASA XXVI [B]

Injil: Mrk 9:38-43,45,47-48

Jika tanganmu menyebabkan engkau berbuat dosa, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan buntung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [….] Jika kakimu menyebabkan engkau berbuat dosa, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [….] Jika matamu menyebabkan engkau berdosa, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, ….

RENUNGAN:

Janji untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah telah dibuat bagi semua orang, melalui kematian dan kebangkitan Yesus dan pencurahan Roh Kudus. Kita, yang sempat terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita, diundang untuk menjadi peserta dalam kasih intim yang disyeringkan antara Bapa, Putera dan Roh Kudus. Allah menghimpun sebuah umat kepada diri-Nya dan Ia sungguh merindukan umat itu. Akan tetapi, untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus dijadikan baru. Dengan kematian Yesus di kayu salib, kodrat lama kita yang penuh dosa telah dimatikan, namun kita harus membawa hidup kita ke jalan yang cocok dengan kebenaran itu. Kita harus memutuskan, apakah menerima undangan Allah untuk masuk ke dalam suatu hubungan dekat (intim) dengan Dia, atau akankah kita memilih untuk menolak hidup dengan Allah, dan justru sebaliknya memikirkan dan menumpuk harta duniawi saja bagi diri kita sendiri?

Dengan menggunakan gaya “hiperbola Semitis” untuk menunjukkan keseriusan kata-kata-Nya dalam hal ajakan-Nya untuk masuk Kerajaan Surga, Yesus mengajak kita agar mau kehilangan satu tangan, satu kaki, atau bahkan satu mata dalam hidup ini, daripada “dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulatnya tidak mati dan api tidak terpadamkan” (Mrk 9:47-48).

Allah tidak menginginkan apa-apa kecuali kita harus menaruh kepercayaan bahwa Dia akan memberikan kepada kita kepuasan yang tahan lama, kalau berada bersama dengan-Nya dalam Kerajaan-Nya. Allah berkehendak sungguh menghimpun sebuah umat untuk diri-Nya. Semoga tidak ada sesuatupun yang menghalangi kita untuk memberi tanggapan yang sesuai dengan keinginan-Nya itu.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, Engkau tak henti-hentinya menghimpun umat kepada-Mu. Tolonglah kami agar dapat meninggalkan hidup kedosaan kami dan berpaling kepada-Mu sebagai murid-murid Putera-Mu, sehingga kami dapat menjadi anak-anak-Mu seperti yang Kauinginkan. Amin.”

 

710 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *