Polresta Bandarlampung Periksa Saksi Dugaan Perdagangan Manusia

1221105human-trafficking780x390

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR Kepolisian Resor Kota Bandarlampung memeriksa empat orang saksi terkait laporan dugaan perdagangan manusia atau human trafficking di kota ini.

“Saat ini kami masih memeriksa kebenaran terkait laporan Nurbaiti, dengan pemeriksaan saksi-saksi terkait hal itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Derry Agung Wijaya, seperti dilansir antara.com, Rabu (23/9).

Menurut dia, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, mengingat pemeriksaan masih berjalan.

“Kami akan periksa lebih lanjut, bahkan hingga kronologis di lokasi kejadian yang telah disebutkan oleh pelapor,” ujarnya pula.

Derry menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas akan kebenaran laporan ini. “Kalau memang benar tentunya akan ada sanksi hukum yang harus dijalankan oleh terlapor (Ruswita, Red),” kata dia.

Sedangkan untuk laporan pencemaran nama baik, pihaknya tetap melayani pengaduan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung, Cik Raden mengatakan oknum yang diduga telah melakukan perdagangan manusia yang tak lain rekan kerjanya sendiri telah diberhentikan sementara atau diskors, karena dianggap telah mencoreng nama kesatuannya.

“Kami sudah menerbitkan surat pemberhentian sementara atau skorsing pegawai kontrak dengan nomor 800/766/III.19/2015, isinya memberhentikan sementara Ruswita yang diduga pelaku perdagangan manusia sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.

Dia mengatakan, Ruswita yang menjabat Komandan Peleton (Danton) I Pamsus wanita diketahui tengah menghadapi kasus perdagangan manusia, dan karena alasan tersebut keluar surat itu.

“Keluarnya surat tersebut pun berdasarkan rapat bersama kepala bidang dan kepala bagian,” katanya lagi.

Sedangkan, persoalan hukum yang tengah dihadapi anak buahnya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Nantinya jika terbukti tidak bersalah Banpol PP siap menerimanya kembali.

Dia melanjutkan, untuk pelapor Nurbaiti kemungkinan akan dipecat, jika laporan pencemaran nama baik atas nama Ruswita di Polresta Bandarlampung tidak terbukti.

“Oknum yang mencoreng nama kesatuan harus bertanggung jawab dan menerima sanksi berupa pemecatan dari kami. Jika ada surat pembuktian tidak bersalah silakan ajukan kepada kami, nanti ada pertimbangan untuk kembali bekerja, tapi harus ada pembuktian secara tertulis dari pihak berwajib,” katanya lagi.

 

 

569 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *