Renungan Harian Senin, 21 September 2015

12042717_10204745961316649_1632878626817590995_nSenin, 21 September 2015
Pesta S. Matius, Rasul & Penulis Injil

Injil: Mat 9:9-13

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di tempat pemungutan cukai, lalu Ia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Matius pun bangkit dan mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi, pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” “

RENUNGAN:

Mungkin ada orang yang menderita sakit dan sungguh membutuhkan seorang dokter namun dia tetap tidak mau, bahkan dia tidak mau mengakui bahwa dirinya sedang mengidap penyakit serius… karena penyakit dia begitu seriusnya sehingga mau-tidak-mau dia dengan terpaksa pergi juga ke dokter. Saya pikir kita semua dapat mempunyai kesulitan yang sama untuk mengakui bahwa kita menderita penyakit spiritual … penyakit rohani!

Yesus bersabda kepada orang-orang Farisi: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Mat 9:12). Para pemungut cukai dan pendosa dapat dengan jelas melihat dan menerima kondisi mereka. Sedang orang-orang Farisi sebenarnya juga menderita sakit, akan tetapi tidak mau mengakuinya, maka mereka samasekali tidak berniat untuk datang kepada sang Dokter Agung agar dapat memperoleh hidup dan kesehatan rohani yang baru.

Semua orang adalah pendosa. Dari situ ada yang mengakui kondisi rohani mereka kemudian berbalik kembali kepada Yesus dalam kebutuhan mereka, sementara ada juga yang menolak untuk menerima kondisi rohani diri mereka – walaupun sudah parah, jadi mereka tidak menghadap sang Juruselamat untuk menerima belas kasih dan kesembuhan dari-Nya.

Selama kita merasa bahwa diri kita tidaklah begitu jelek, maka sesungguhnya kita sedang mencoba untuk mengandalkan kebaikan diri kita sendiri. Jadi, kita akan gagal menggantungkan diri kita sepenuhnya kepada Allah atau mengalami penyelamatan-Nya yang akan datang hanya melalui Yesus. Marilah kita bertanya pada diri sendiri pada hari ini: “Apakah aku melihat diriku sendiri sebagai seorang pendosa yang membutuhkan penebusan melalui darah Yesus?” Matius menanggapi panggilan Yesus secara positif untuk mengikuti-Nya karena dia mengerti kondisi dirinya sendiri dan melihat bahwa Yesus dapat menyembuhkan sakit spiritualnya.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, aku mengakui kedosaanku di hadapan hadirat-Mu. Engkau telah menebus dosa-dosaku dan semua orang di atas kayu salib agar kami juga dapat diperdamaikan dengan Bapa di surga. Amin.”

 

745 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *