Vatikan Dan Timor Leste Tandatangani Perjanjian Bilateral

0815a

Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Perdana Menteri Timor Leste Rui Maria de Araujo bertemu dengan para wartawan setelah penandatanganan perjanjian di antara kedua negara.

RADIO SUARA WAJAR – Takhta Suci Vatikan dan Timor Leste telah menandatangani perjanjian yang menetapkan tonggak lain dalam kerjasama bilateral di antara kedua negara.

Sekretaris Negara Vatikan Pietro Kardinal Parolin, yang tiba di Dili pada 12 Agustus untuk merayakan 500 tahun Gereja Katolik di Timor, mengatakan kesepakatan tersebut bertujuan meningkatkan “saling kerjasama untuk pengembangan integral untuk masyarakat yang adil, damai dan sejahtera.”

Menurut kardinal itu, perjanjian tersebut mencakup dua prinsip dasar – nilai-nilai dan prinsip-prinsip hukum internasional terkait kebebasan beragama dan jaminan kebebasan untuk para penganut dan menjalankan iman Katolik secara publik.

“Ia juga memberikan ruang dan kesempatan bagi Gereja Katolik untuk berperan dalam masyarakat sesuai dengan misi pelayanannya kepada masyarakat dan sesuai norma-norma konstitusi dan undang-undang setempat,” katanya.

Perjanjian tersebut menjelaskan daerah tertentu di mana Gereja dapat melayani umat secara bebas dan terbuka, kata Kardinal Parolin.

Perjanjian ini termasuk memberikan pelayanan rohani di penjara, rumah sakit, klinik dan panti asuhan, melakukan karya amal, mendirikan sekolah di setiap tingkat dan membantu orangtua Katolik dalam pendidikan anak-anak mereka sesuai iman mereka sendiri.

Dalam 500 tahun sejak Portugis datang ke Pulau Timor tahun 1515, Gereja Katolik telah menempatkan dirinya dalam membela hak-hak yang paling dasar dari masyarakat, berperan dalam melayani pengembangan pribadi manusia di bidang – rohani, sosial, budaya dan pendidikan, serta konsolidasi prinsip-prinsip moral dalam masyarakat, katanya.

“Dari awal Gereja Katolik telah  berakar dalam sejarah rakyat Timor yang memeluk agama Katolik, tidak dengan kekuatan pedang, tapi dengan keterbukaan hati mereka,” kata Kardinal Parolin.

Perdana Menteri Timor Leste Rui Maria de Araujo mengatakan perjanjian itu menetapkan tonggak lain dalam “hubungan khusus” di antara Vatikan dan Timor Leste.

Dia mengatakan perjanjian itu adalah sesuatu yang spesial karena tidak ditandatangani di Vatikan, tapi di Timor Leste, yang menunjukkan cinta Gereja Universal bagi negara ini.

Timor Leste, kata dia, mengakui kontribusi signifikan Gereja Katolik telah dibuat untuk rakyatnya.

“Orang-orang Timor Leste telah mengetahui bahwa Gereja Katolik telah berperan penting dalam 500 tahun terakhir, jauh lebih lama dari perjuangan kami untuk kemerdekaan. Gereja Katolik telah membantu dalam pendidikan moral dan agama kepada umat,” kata Araujo.

Sementara itu, Pastor Julio Crispim Ximenes Belo, dosen hukum di Universitas Nasional Timor Lorosae dan ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Baucau, mengatakan kepada ucanews.com bahwa perjanjian itu menyediakan kerangka hukum bagi kerjasama di antara Gereja dan Timor Leste.

“Perjanjian ini melindungi masyarakat melaksanakan kebebasan beragama mereka, seperti hak beribadah dan bebas melakukan kegiatan Gereja. Ini akan menjadi sangat penting bagi Gereja Katolik di masa depan,” kata Pastor Belo kepada ucanews.com.

Hal ini juga memperkuat status Gereja Katolik sebagai badan hukum di Timor Leste, tambahnya.(indonesia.ucanews.com)

505 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *