Renungan Harian Senin, 17 Agustus 2015

PajakSenin, 17 Agustus 2015
Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 70

Injil: Mat 22,15-21

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berun­ding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: ”Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ”Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

RENUNGAN:

Sebagai anak-anak Allah kita telah dibebaskan dan mempunyai kebebasan untuk menjalani hidup seturut yang dikehendaki Allah. Kebebasan bukanlah sebebas-bebasnya. Kita telah bebas dari cengkeraman dosa karena penebusan Yesus namun tidak bebas untuk melakukan segala sesuatu yang kita sukai dan ingini. Maka harus terus mencari menemukan dan menjalankan apa yang diingini Allah. Itulah persembahan yang utama kepada Allah. Syukur karena Dia selalu memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk melakukan hal itu.

Lalu, sebagai anak-anak Allah (orang beriman) kita juga warga masyarakat suatu bangsa. Dengan demikian tentu saja kita mempunyai hak dan kewajiban terhadap Negara. Apakah hal ini terpisah dengan kewajiban kita kepada Allah? Almarhum Mgr. A. Soegijapranata, SJ mengatakan kita hendaknya menjadi 100% orang Katolik 100% orang Indonesia. Hal ini memberi pesan bahwa kalau kita sungguh Katolik ya seharusnya kita sungguh orang Indonesia yang melakukan tugas dan kewajibannya sebagai warga negara. Apa yang kita lakukan itu hendaknya menjadi perwujudan iman.

Kemudian sebagai orang beriman kita harus mengungkapkannya kepada Allah dalam doa (ibadah) dan karya. Kalau kedua hal ini dapat kita hayati dan laksanakan dalam hidup sehari-hari maka benarlah bahwa kita telah menjalankan perintah Yesus: “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Semoga sebagai orang “merdeka” kita hidup dalam usaha terus menerus merealisasikan apa yang dikehendaki Allah dan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga Negara yang baik.

DOA:

“Ya Yesus Kristus, tolonglah kami selalu untuk tidak jemu-jemunya mempersembahkan hidup dalam doa dan karya, sehingga kami semakin pantas menjadi murid-murid-Mu. Amin.”

1138 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *