Renungan Injil: Mat 16:24-28

2Jumat, 7 Agustus 2015
Hari Biasa Pekan Biasa XVIII
Injil: Mat 16:24-28

“Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: ”Setiap orang yang mau me­ng­ikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

RENUNGAN:

Yesus memerintahkan bahwa kita harus memikul salib kita dan mengikut Dia. Manakala kita mendengar kata “salib”, kita cenderung untuk berpikir tentang kesulitan, beban, atau rasa sakit. Walaupun memang menyakitkan, salib senantiasa merupakan jalan kepada suatu pengalaman yang lebih mendalam tentang hidup yang telah dimenangkan oleh Yesus bagi kita.

Dari Perjanjian Lama (misalnya Keluaran dan Ulangan) kita dapat melihat perpindahan dari hidup lama kepada suatu hidup baru. Allah memimpin umat Israel dari kehidupan lama mereka sebagai budak-budak di Mesir kepada suatu kehidupan baru di Tanah Terjanji. Perjalanan umat Israel melalui gurun pasir tidak selalu mudah, namun sangat berbuah.

Allah menginginkan agar jika kita mendengar kata “salib”, maka kita langsung berpikir bahwa ini adalah “kabar baik”! Allah ingin agar kita melihat salib sebagai sarana untuk meninggalkan berbagai sampah dalam kehidupan kita – keserakahan/ketamakan, prasangka dan praduga, atau keangkuhan/kesombongan dlsb., supaya kita dapat mengalami keakraban dengan Dia yang dibawa Yesus dengan kedatangan-Nya ke tengah dunia.

Oleh karena itu marilah kita merangkul salib kita masing-masing dan memikulnya sehingga dengan demikian Allah dapat memenuhi diri kita dengan suatu cara berpikir yang baru, cara bertindak yang baru, dan cara hidup yang baru pula.

Marilah kita menaruh rasa percaya kita pada tangan-tangan kasih Yesus dan yakin bahwa salib akan memimpin kita kepada kehidupan kekal dalam hadirat Allah, bebas dari segala rasa susah dan maut.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, dimuliakanlah Engkau karena sudah membuat hidup lamaku menjadi mati melalui salib-Mu dan memberikan kepadaku hidup yang sepenuhnya baru. Tolonglah aku agar mau dan mampu memikul salibku dan mengikut Engkau. Amin.”

3102 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *