Renungan Injil Mrk 6: 1-6

jesus-preaching

Injil Mrk 6: 1-6

Sekali peristiwa, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mulai mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Maka Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Yesus merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

RENUNGAN:

Menjadi Nabi

Saudara-saudari terkasih…, saya mengajak kita untuk merenungkan panggilan kita, murid-murid Yesus, sebagai nabi. Saat kita dibaptis, kita semua menerima tugas dari Gereja, agar kita hidup seturut teladan Yesus. Artinya, kita diauntuk meneruskan tugas-tugas Yesus. Segala tugas atau pelayanan yang dibuat oleh Yesus, diringkas dalam 3 tugas Yesus yaitu: imam, nabi dan raja.

Tugas sebagai imam; Yesus menguduskan. Tugas sebagai Nabi; Yesus mewartakan Sabda Allah, dan tugas sebagai Raja; Yesus memimpin. Tiga tugas Yesus itu diteruskan oleh seluruh umat katolik. Mengenai tugas sebagai nabi; mewartakan Sabda Allah. Tuhan Yesus melaksanakan tugas sebagai nabi ditampakkan dalam seluruh hidupNya. Ia mewartakan Sabda Allah, dengan berkotbah, mengajar dan juga berbuat baik: menyembuhkan banyak orang sakit serta mengampuni dosa para pendosa.

Bagaimana tugas sebagai nabi dilakukan oleh umat katolik pada zaman ini? Umat katolik pada zaman ini dapat mewartakan Sabda Allah dengan berkotbah, dalam sebuah ibadat atau doa-doa bersama. Namun, mewartakan Sabda Allah dapat dibuat melalui tindakan baik dalam hidup sehari-hari. Sungguh, setiap orang katolik dapat mewartakan sabda Allah melalui tindakan dan kata-kata baik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Tuhan Yesus, yang juga selalu berbuat dan berkata-kata baik dalam seluruh hidupNya.

Dalam Injil Hari Minggu ini, Yesus berkata: “Seorang nabi yang dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya!” (Mrk 6:4). Yesus berkata itu karena Ia tidak diterima dengan baik, di tempat asalnya, di kampung halamanNya. Namun, Yesus tetap berbuat baik, kendati Ia tidak diterima dengan baik oleh orang-orang di sekitarnya. Dari sini, kita bisa belajar: berbuat baik kepada setiap orang yang dijumpai tanpa pilih-pilih, tanpa mengharap imbalan.

Bisa jadi, kita akan mengalami ditolak atau tidak mendapat tanggapan baik dari orang-rang sekitar, saat kita berbuat baik seperti Yesus. Oleh karena itu, kita perlu selalu sadari, kita adalah nabi. Nabi mewartakan Sabda Allah, berbuat baik kepada siapapun, di manapun dan kapanpun. OK? GBU.

DOA:

Tuhan Yesus, sadarkanlah kami bahwa kami memiliki tugas sebagai nabi. Berilah kami kekuatan, keberanian dan berkatMu, agar kami mampu melaksanakan tugas sebagai nabi dengan baik di manapun. Terpujilah Engkau , kini dan sepanjang masa. Amin.

2271 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *