Renungan Injil Markus 4: 35-40

31

Injil Mrk 4: 35-40

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk ; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

RENUNGAN:

Pengalaman batin kita cenderung dangkal dan tidak asli, karena kurang dihayati secara mendalam. Banyak peristiwa hidup kita berlalu tanpa bekas dan jejak-jejak nilai rohani. Mengapa demikian? Karena kita jatuh pada rutinitas harian yang banyak menyita waktu untuk dikerjakan, sehingga kita jarang hening sejenak dan bertolak kedalam hati sanubari. Demikianlah Yesus mengajak kita untuk bertolak ke tempat yang dalam. Artinya Yesus mengajak kita untuk berani masuk ke dalam relung-relung hati nurani dan mencari nilai-nilai ilahi yang Tuhan berikan lewat hidup yang telah kita terima.

Bertolak ke seberang berarti ke tempat yang lebih dalam, tidak dipinggiran dan tidak hanya dipermukaan saja melainkan jauh kedalam. Hidup rohani kita harus bertolak ke dalam dan lebih-lebih mencari Dia di dalam relung hati nurani.

Ketakutan yang dialami oleh para murid ketika badai menerpa (seperti yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini) sangatlah wajar, karena nyawa mereka terancam. Bayangkan saja kalau diantara kita naik mobil dengan kecepatan tinggi, namun sopirnya justru santai-santai dan ugal-ugalan,tentu kita akan merasa takut dan cemas. Pengalaman takut pasti pernah dialami oleh setiap orang. Namun itu wajar, para murid merasa takut karena kapal mereka akan tenggelam. Namun ketakutan mereka itu menjadi tidak wajar,sebab mereka lupa bahwa Yesus ada di antara mereka. Maka dapat dimengerti kalau Yesus marah dan berkata “Mengapa kamu takut? Kalau kita merenungkan kata-kata Yesus itu, hal itu merupakan ajakan Yesus untuk kita agar kita bersikap tenang dalam menghadapi situasi sulit.

Dalam kehidupan sehari-hari perasaan takut bisa dialami oleh setiap pribadi. Bagi anak-anak, mungkin yang ditakuti ialah kegelapan. Bagi pelajar,ketakutan yang dialami berupa nilai yang kurang baik atau takut kalau pacarnya direbut orang. Bagi orang tua mungkin takutakan masa depan anaknya. Semua itu sangatlah wajar, namun, kita perlu menyikapinya dengan positif.

Dalam Injil Yesus juga berkata “Mengapa kamu tidak percaya?”Pertanyaan Yesus itu ialah ajakan supaya kita mengalami ketenangan dan percaya pada-Nya ketika kita mengalami situasi sulit ini. Ketenangan dan percaya adalah kunci. Dalam bacaan I, Allah berbicara tentang kuasa-Nya yang memang sangat besar; yang tampak dalam kekuatan alam.

Oleh karena itu ketenangan yang coba kita ciptakan akan sangat membantu kita untuk berpikir jernih dan menyadari kehadiran Allah. Kesadaran akan kehadiran Allah yang selalu menyertai kita, dalam segala sesuatu akan membuat kita berani dalam menghadapi aneka tantangan dan kesulitan hidup.

DOA:

Tuhan kuatkanlah aku dengan sabda-Mu agar aku tidak jatuh dalam kekuatiran dan dalam kesibukan yang menjauhkan aku dari pada-Mu. Amin.

2768 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *