4.300 Keluarga Ikut Transmigrasi 2015, Siap Jadi Petani dan Nelayan

191739_nelayanojk

4.300 Keluarga Ikut Transmigrasi 2015, Siap Jadi Petani dan Nelayan

Jakarta, detikFinance.com – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya program pemerataan pembangunan dengan membuka peluang transmigrasi ke pada 4.336 Kepala Keluarga (KK). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, danTransmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, selain sebagai petani, para transmigran nantinya juga akan diberdayakan sebagai nelayan.

“Selain jadi petani, ada juga yang kita arahkan untuk jadi nelayan. Ini sejalan dengan misi pemerintah untuk meningkatkan sektor kelautan dan sejalan dengan upaya Bu Susi yang ingin meningkatkan perikanan nasional,” kata Marwan saat berbincang dengan detikFinance di kantornya awal pekan ini.

Marwan mengatakan, para transmigran yang diarahkan menjadi nelayan ini nantinya akan dibekali dengan berbagai fasilitas dari mulai bidang tanah untuk digarap, rumah tinggal, biaya hidup setiap bulannya hingga bantuan peralatan untuk bekerja seperti perahu dan alat tangkap.

“Ini adalah peluang yang diberikan oleh negara bagi warganya untuk lepas dari jeratan kemiskinan dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera melalui program transmigrasi,” tutur dia.

Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Ratna Dewi Andriati menyebutkan, salah satu lokasi yang akan menjadi wilayah tujuan untuk fokus progran transmigrasi nelayan ini adalah Kabupaten Lito, Gorontalo.

“Di rencana sudah ada yang untuk diarahkan sebagai nelayan. Tahun ini ada di Lito, Gorontalo. Ada 100 Kepala Keluarga,” imbuhnya.

Kendati demikian, memindahkan masyarakat bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terutama bila hal tersebut menyangkut profesi baru di lokasi tujuan transmigrasi.

Ratna mengakui salah satu program transmigrasi yang kurang berhasil pelaksanaannya di masa lalu salah satunya adalah sektor kelautan dengan profesi di lokasi tujuan adalah sebagai nelayan. Penyebabnya, kata dia, menyangkut keterampilan khusus yang harus dimiliki.

“Kemarin-kemarin kita kurang berhasil membina sektor kelautan. Khusus nelayan, sdm (sumber daya manusia) yang dipindahkan itu ada kriteria khusus tidak semata-mata nelayan,” ujar dia.

Bahkan, lanjut dia, meskipun masyarakat yang dipindahkan sebelumnya telah berpengalaman sebagai nelayan, ternyata tak lantas menjamin program tersebut bakal 100% berhasil.

Hal ini, sambung dia lagi, terutama disebabkan oleh karakteristik sumberdaya kelautan yang berbeda-beda di masing-masing wilayah. “Misalnya di samudra pasifik itu kan ikannya besar-besar, itu menurut informasi dari ibu menteri perikanan dan kelautan. Sedangkan yang di pulau jawa ikannya kecil-kecil,”‎ pungkas dia.

465 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *