Drama Penangkapan Novel Baswedan Sejak 2012 Hingga 2015

drama-penangkapan-novel-baswedan-sejak-2012-hingga-2015-b4y92y5qme

Novel Baswedan

 

Drama Penangkapan Novel Baswedan Sejak 2012 Hingga 2015

Jakarta, Okezone.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, ditangkap Tim Bareskrim Mabes Polri di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur. Utusan Mabes Polri datang tepat pukul 00.00 WIB, lalu menciduk Novel.

Kasus yang menjerat Novel sebenarnya peristiwa 11 tahun silam, saat masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Sedangkan penetapan status tersangka atas kasus itu baru dilakukan pada 2012, ketika Novel menjadi penyidik KPK.

Saat baru ditetapkan menjadi tersangka, Novel sempat hendak dijemput paksa dari kantornya, KPK. Tepatnya pada Jumat 5 Oktober 2012 malam, atau empat hari pasca-dia dilaporkan. Saat itu, suasana tegang menyelimuti KPK, setelah belasan polisi datang.

Penjemputan paksa Novel ditengarai karena dia berperan penting mengungkap kasus korupsi proyek simulator ujian Surat Izin Mengemudi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, yang diduga menjadi pemicu terjadinya kisruh KPK-Polri masa itu.

Upaya jemput paksa Novel Baswedan mengundang reaksi dari masyarakat dengan mendatangi KPK. Hal itu juga menyebabkan semakin panasnya kisruh KPK-Polri. Kasus Novel ini merada setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta semua pihak menahan diri. Lalu Novel batal ditahan, namun kasusnya tidak dihentikan hanya ditunda.

Pada 1 Mei 2015 tepat pukul 00.00 WIB, drama terhadap Novel Baswedan kembali terulang, dan kali ini ia benar-benar dibawa. Novel ditangkap tim Bareskrim Polri dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, atas kasus serupa tiga tahun lalu.

Kasusnya masih serupa. Novel Baswedan diduga terlibat penembakan seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas, saat menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu pada 2004. Kasus ini semula ditangani Polda Bengkulu namun Bareskrim Mabes Polri mengambil-alih.

Penangkapan Novel membuat keluarga, kerabat, dan koleganya di KPK kaget dan syok. Bahkan sahabat Novel, Usman Hamid, langsung mendatangi gedung Bareskrim, setelah mendapat kabar penangkapan dari istri Novel.

“Datang pukul 00.00 WIB, lalu diberitahu alasan penangkapan dan disuruh ikut ke Mabes. Kasus semacam kasus penganiayaan,” ujar sahabat Novel, Hamid Usman di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Novel ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum yang ditandangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Heri Prastowo, pada 24 April 2015.

Dalam surat itu dijelaskan Novel dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan yang telah dijadwalkan penyidik, tanpa alasan yang sah. Di sana juga tertera Novel ditangkap berdasarkan laporan dengan nomor LP-A/1265/X/2012/DITRESKRIMUM 1 oktober 2012 dengan pelapor Yogi Haryanto.

Dalam kisah sebelumnya, Novel dijemput paksa saat menangani kasus yang melibatkan petinggi Polri yang menjadi pemicu terjadinya kisruh KPK-Polri. Untuk penangkapan kali ini pun waktunya terbilang mirip, karena sebelumnya KPK mengungkap kasus dugaan rekening gendut yang melibatkan petinggi Polri yang juga memicu terjadinya konflik TNI-Polri.

Sementara itu, saat ini Novel tengah menangani sejumlah kasus di KPK, di antaranya dugaan penyuapan terkait izin tambang di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang melibatkan kader PDI Perjuangan Adriansyah.

Novel Baswedan menjadi penyidik KPK sejak 2005. Dia merupakan perwira lulusan Akpol 1998 yang bertugas di Bengkulu pada periode 1999-2005. Pada 2012, dia mengundurkan diri dari Polri untuk menjadi penyidik KPK secara permanen.

552 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *