Renungan Injil Yoh 14: 1-6

Rumah-Bapa

Injil Yoh 14: 1-6

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku sudah mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepada-Nya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

RENUNGAN:

Hidup sesudah mati sering dijadikan bahan guyonan. Konon surga itu isinya para lansia, orang-orang pikun dan kulitnya sudah berkeriput. Sebaliknya neraka, isinya adalah artis-artis cantik dan ganteng. Termasuk disini para sinden, pemabuk dan pejudi. Karena itu di neraka mudah mencari duit dan hiburan. Dunia orang mati sering dikatakan sebuah “kehidupan” yang paling enak. Buktinya para humoris, mereka yang sudah mati tidak mau kembali untuk hidup lagi. Meski dilukiskan atau diimajinasikan dengan cara apapun, surga dan neraka tetap menjadi tanda tanya. Mengapa ? karena belum pernah ada orang yang melihat atau merasakan kehidupan isana.

Tetapi bagi kita, umat kristiani, surga itu jelas ada. Mengapa ? karena Yesus, Putera Bapa,adalah penguasa disana. Hanya Dia yang pernah melihat dunia orang mati, merasakan mati, dan bangkit kembali. Berbahagialah kita karena Dia telah menyediakan tempat bagi kita disisi Bapa. Mutiara iman diatas itulah yang jadi pegangan kita.

Banyak orang sekarang ini tidak pernah bisa hidup damai karena selalu diliputi kegelisahan berhadapan dengan kematian yang akan datang. Apakah dengan takut dan gelisah, maka kematian itu tidak akan terjadi ? kematian adalah sebuah takdir kehidupan. Manusia hanya memiliki dua pilihan: kalau tidak mati karena penyakit, ia akan mati melalui usia. Bagaimana sikap tepat yang harus kita lakukan menghadapiu situasi ini ? ingatlah sabda Yesus dahn tanamkanlah dalam batin; “jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada Ku.”

Tidak ada pilihan lain, kita perlu rendah hati menyadari bahwa manusia memperoleh hidup sebagai anugerah dari Tuhan.kita hanya perlu menghargai dan menjalani hidup dengan baik, yang akan terjadi kemudian adalah urusan Tuhan. Justru berhadapan dengan misteri ini, kita harus lebih berserah pada Tuhan dan percaya pada sabda-Nya: “ janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga padaKu”.

Di dunia ini, kita perlu mencari sesuatu yang lebih dari pada sekadar bertaruh hidup, yaitu persatuan dengan cinta kasih Tuhan, sumber dan tujuan hidup manusia. Kita diajak untuk mengarahkan hidup pada Kristus yang adalah jalan, kebenaran dan hidup. Dengan sikap ini hidup kita akan menjadi lebih bermakna dan damai.

DOA

YA Tuhan bimbinglah aku agar memiliki kerendahan hati untuk mempercayakan seluruh hidupku pada kasihMu. Amin

7115 Total Views 14 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *