Renungan Injil Mrk 8: 11-13

Orang Farisi meminta tanda

Orang Farisi meminta tanda

 

Injil Mrk 8: 11-13

Orang Farisi meminta tanda

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.

RENUNGAN:

Kecenderungan amat besar dalam tradisi hidup kita adalah grusa grusu atau serba terburu-buru. Budaya instan dengan segala kemudahan dan iming-iming yang mengenakkan memang sudah menjadi atmosfir hidup kita. Tanpa mau bersifat munafik, kita memang kerap kali terbantu dengan aneka macam yang instan misalnya saat diperjalanan, atau pada saat berduka. Namun satu nilai yang tergusur dalam hidup kita adalah sikap berani bertahan dan bertekun kalau kita mengalami pencobaan.

Orang-orang farisi selalu mempermasalahkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus. Padahal Yesus sudah banyak memberikan tanda kebaikan dan keselamatan Tuhan pada semua orang. Tapi lagi-lagi orang farisi belum puas dan percaya pada kesaksian Yesus. Tidaklah mengherankan bila Yesus mengeluhkan kedegilan hati mereka. Dalam hidup harian ada kalanya kita membuat Yesus tidak sabar dengan kedegilan hati kita. Sudah banyak tanda dan mukjizat yang telah dibuat Yesus bagi kita, tetapi kita masih belum bisa menyadari dan belum mau membuka mata untuk itu. Perubahan hidup seseorang dari tidak baik menuju baik membutuhkan proses dan tidak bisa sekali jadi. Kita biasanya mau yang serba instan, tidak mau berproses. Sama halnya dengan masyarakat kita saat ini. Semua orang ingin agar bangsa Indonesia ini bisa aman, adil, makmur, sentosa. Tapi kita lupa bahwa suatu kebaikan dibutuhkan proses yang panjang. Tidak bisa langsung jadi seperti yang kita harapan. Kita rupanya belum bersikap bijaksana.

Dalam pengalaman hidup kita adakalanya kita mengeluh terhadap situasi yang tidak menyenangkan seperti; kehilangan orang yang kita cintai. Belum lagi perasaan kehilangan itu selesai tiba-tiba hilangnya kesempatan untuk menemukan pekerjaan yang layak atau bahkan sudah bekerja tapi tiba-tiba di PHK. Masih binggung mencari dan mendapatkan pekerjaan yang baru, difitnah oleh orang yang dekat dengan kita dan seterusnya. Biasanya tanpa sadar kita mengeluh mengapa Tuhan memberikan cobaan ini tanpa henti.

Sebagai orang yang beriman kita lupa bahwa setiap pengalaman yang Tuhan berikan tentu memiliki maksud tersendiri. Tuhan ingin agar kita kuat dan bertahan dalam situasi apapun berkat salib Kristus. Jadi apapun bentuknya pencobaan itu Tuhan selalu mengingatkan kita untuk selalu percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sampai kapanpun.

DOA:

Yesus, ampunilah aku yang sering meminta tanda pada duniaku saat ini, khususnya pada bangsa dan negaraku. Aku sering kali lupa bahwa semuanya itu butuh proses. Ajarilah aku untuk memiliki hati yang sabar dan bijaksana. Amin.

2336 Total Views 4 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *